Lokasi tempat sabung ayam di desa Totolen
Minsel – Perjudian sabung ayam yang berada di desa Totolan kecamatan Kakas Barat, mengundang kekuatiran bagi berbagai kalangan masyarakat dan toko agama.
Di mana di tempat tersebut sudah menjadi sarang judi terlebih menjadi titik kumpul bagi para pemain ayam. Himbauan pemerintah pun terkait protokol kesehatan sudah tidak di hiraukan lagi oleh penanggung jawab di tempat sabung ayam tersebut. Dan takutnya di tempat itu akan menjadi klaster baru penyebaran covid-19.
Sekiranya juga Polda Sulut dan Polres Minahasa bisa menyikapi apa yang menjadi harapan masyarakat. Apalagi di saat ini saudara-saudara kita umat muslim sedang menjalankan ibadah puasa dan sebentar lagi akan menyambut hari raya idul Fitri.
“Ini Perlu ada tindakan tegas dari aparat Kepolisian untuk membasmi penyakit masyarakat seperti judi sabung ayam, dan jika di biarkan akan merusak mental generasi muda,” Ujar salah satu Tokoh Agama.
- Desa Ciparungsari Gelar FGD Penetapan Status Indeks Desa Tahun 2026 untuk Dorong Pembangunan Berkelanjutan
- Sekwan Niklas Silangen Menghadiri Pencanangan Peringatan HUT RI Ke-81 Dan HUT Provinsi Ke-62 : Bersama Gubernur Fun Game Mini Soccer Melawan Tim Kodam XIII Merdeka
- Jelang Hari Kemerdekaan ke-81 RI, PLN UP3 Tahuna Gelar Apel dan Inspeksi Peralatan Guna Pastikan Keandalan Listrik Kepulauan Nusa Utara
Sementara itu salah seorang penggemar ayam jago yang tidak mau namanya di sebutkan (red) mengungkapkan dalam seminggu aktivitas judi sabung ayam di desa Totolan itu sampai 4 kali.
“Lokasi yang menjadi tempat sabung ayam tersebut beraktivitas pada hari Senin, Kamis,Jumat dan Sabtu.” Ucapnya, seraya mengatakan dan di duga kuat yang menjadi panitia pelaksana di tempat sabung ayam itu salah seorang yang berprofesi sebagai ASN. (QQ)






