Tiga Bulan Jadi Target Baru Pembenahan Toilet dan Air Bersih Sekolah di Minut

oleh -351 Dilihat
oleh

Minut-Dinas Pendidikan Minahasa Utara tidak ingin menunggu sampai batas waktu enam bulan untuk membenahi fasilitas toilet dan ketersediaan air bersih di seluruh sekolah dasar dan menengah pertama.

Kepala Dinas Pendidikan Minahasa Utara, Evelyn Luntungan, justru memangkas target tersebut menjadi sekitar tiga bulan. Percepatan ini dilakukan setelah Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, memberikan tantangan untuk menuntaskan persoalan fasilitas dasar sekolah tersebut.

Tantangan itu disampaikan Prof. Zudan dalam kegiatan Sosialisasi Penguatan Manajemen Talenta dalam Konsistensi Pengisian Jabatan di Kabupaten Minahasa Utara, Kamis (24/9/2026).

Dalam tantangan tersebut, Prof. Zudan menyebut pembenahan toilet dan ketersediaan air yang memadai di seluruh SD dan SMP dalam waktu enam bulan dapat menjadi dasar pemberian kenaikan pangkat luar biasa bagi Evelyn.

Namun, Evelyn memilih melihat tantangan itu dari sisi yang lebih luas. Menurutnya, pembenahan fasilitas sanitasi sekolah merupakan bagian dari tanggung jawab Dinas Pendidikan dalam memastikan peserta didik mendapatkan lingkungan belajar yang layak.

“Bagi kami, tantangan dari Kepala BKN RI adalah motivasi yang luar biasa. Kami menyambutnya dengan penuh sukacita dan semangat,” ujar Evelyn kepada BeritaManado, Kamis (1/10/2026).

Ia menegaskan, toilet yang bersih serta ketersediaan air bersih bukan sekadar target tambahan, melainkan bagian dari pelayanan dasar yang memang harus dipenuhi setiap sekolah.

“Ketika diberikan challenge tersebut, justru lebih memotivasi kami. Ini menjadi target untuk ke depan yang kita capai bersama,” katanya.

Untuk mengejar target tiga bulan, Dinas Pendidikan Minut kini memulai pekerjaan dari pemetaan kondisi fasilitas sanitasi di sekolah.

Evelyn mengungkapkan, inventarisasi seluruh toilet sekolah telah dilakukan pada pekan ini. Data tersebut selanjutnya akan menjadi dasar untuk menentukan bentuk intervensi, terutama menyangkut kebersihan dan ketersediaan air.

“Dalam minggu ini kami sudah menginventarisasi seluruh toilet yang ada di Minahasa Utara. Selanjutnya kami akan melakukan intervensi melalui kebersihan dan ketersediaan air bersih di toilet sekolah,” jelasnya.

Persoalan ketersediaan air juga akan ditangani melalui koordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Di sisi lain, Dinas Pendidikan akan meminta komitmen kepala sekolah agar pembenahan tidak hanya dilakukan ketika ada pemeriksaan atau penilaian.

Evelyn menegaskan, program tersebut tidak boleh berhenti setelah target yang diberikan Kepala BKN tercapai.

“Bukan hanya untuk mencapai target saya pribadi. Ini merupakan program yang harus dilaksanakan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Ia pun belum menyebutkan persentase sekolah yang saat ini telah memiliki toilet bersih dan ketersediaan air yang memadai. Alasannya, proses inventarisasi masih berjalan dan data yang diperoleh harus dipastikan terlebih dahulu.

“Masih ada catatan-catatan yang perlu kita tinggalkan. Saat ini kami masih melakukan inventarisasi. Dalam waktu dekat kami akan bisa mempresentasikan berapa banyak toilet bersih yang ada di Minahasa Utara,” tandasnya.

Dengan target tiga bulan tersebut, tantangan yang awalnya diberikan sebagai batas waktu enam bulan kini menjadi pemicu percepatan pembenahan fasilitas dasar di lingkungan pendidikan Minahasa Utara. (T3)

No More Posts Available.

No more pages to load.