Minut-Warga Minahasa Utara sebentar lagi bisa bernapas lega. Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Pemkab Minut) di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda menyiapkan layanan hemodialisa (cuci darah) di RSUD Maria Walanda Maramis, Airmadidi.
Langkah ini menjadi terobosan penting di sektor kesehatn, mengingat keterbatasan fasilitas cuci darah di Sulawesi Utara selama ini membuat pasien gagal ginjal harus menunggu hingga larut malam untuk mendapatkan perawatan.
Direktur RSUD Maria Walanda Maramis, dr. Alain Beyah, mengungkapkan, antrian panjang di rumah sakit rujukan di Manado menjadi pemicu utama dibukanya layanan ini.
“Banyak pasien yang hrus datang pagi-pagi dan baru mendapat giliran malam hari. Itu membuat beban pasien semakin berat,” tegasnya.
- DPRD Bitung Perpanjang Masa Kerja Pansus Ranperda Penyertaan Modal Di Perumda Air
- Sambut Siswa Baru, SDN Babakansari Gelar MPLS Unik Dengan Semangat Literasi Finansial dan Kearifan Lokal
- Pertama Kali Dipresentasikan di KADIN Pusat, TIFF 2026 Bikin Pengurus Nasional Terpukau: Tomohon Siap Jadi Magnet Investasi
Baca : Pemkab Minut Gelar Gerakan Pangan Murah di Werot, Harga Turun Hingga 50 Persen
Menariknya, pengadaan fasilitas cuci darah ini tidak menggunakan dana APBD. RSUD bekerja sama dengan pihak ketiga, dan dari empat vendor yang mengajukan penawaran, satu dipilih karena bersedia menanggung penyediaan alat, tenaga medis, dan seluruh kelengkapan layanan.
“Rumah sakit hanya menyiapkan lokasi. Semua peralatan dan SDM sudah disediakan oleh vendor terpilih,” jelas dr. Alain.
Persiapan fasilitas kini hampir rampung dan ditargetkan beroperasi mulai 2026. Dengan hadirnya layanan ini, warga Minut tak lagi harus menempuh perjalanan jauh atau menunggu antrian panjang untuk cuci darah.
Langkah Pemkab Minut ini menegaskan komitmen Joune Ganda untuk memastikan akses kesehatan yang lebih merata, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat tanpa membebani anggaran daerah. (T3)








