Dirut PD Pasar Stenly Suwuh SE
Manado – Pasca pandemi COVID-19 di Indonesia dan terdeteksi masuk daerah Sulawesi Utara dan secara khusus Kota Manado, membuat banyak masyarakat memberikan tanggapan dan yang lebih memprihatinkan dibagikan di media sosial.
Seperti pemberitahuan yang mengatakan bahwa, semua pasar tradisional akan dibatasi bahkan ditutup, untuk pencegahan penyebaran COVID-19.
Terkait hal tersebut, Direktur Utama PD Pasar Manado, Stenly Suwuh SE dengan tegas mengatakan, semua berita itu tidak benar alias hoax.
Dijelaskan Suwuh, saat diminta keterangan pada hari Sabtu, (28/03/2020) dimana sesuai edaran Walikota bahwa yang ditutup sementara adalah Tempat Hiburan Malam, Spa, Tempat Game Online dan bukan pasar.
- Wakili Gubernur Sulut, Sekwan Silangen Hadiri Pembukaan Turnamen Minahasa Selatan Bermazmur 2026
- Disnakerda Sangihe bersama Yayasan Sinibantu dan PT. Annur Jaya Gelar Pembekelan Bagi 42 Calon PMI Di Politeknik Nusa Utara Tahuna
- Audiensi Bersama Bupati Gorontalo, Tim Sekretariat DPRD Paparkan Kesiapan Temu Wicara PENAS XVII
Dalam surat edaran itu tertulis pusat perbelanjaan dan juga pasar tradisional menyediakan sarana cuci tangan atau Hand Sanitizer, tukasnya.
Lebih lanjut Suwuh juga mengingatkan bagaimana mungkin pasar yang menjadi tempat berbelanja kebutuhan pokok untuk kebutuhan sehari-hari, harus ditutup?”Skali lagi saya sampaikan, semua berita yang beredar terkait pasar ditutup itu hoax,”tegas Suwuh.
Saya sudah mengintruksikan semua koordinator pasar untuk menyediakan tempat cuci tangan,”Sekaligus menghimbau agar masyarakat jangan termakan isu yang tidak benar,” tandas Suwuh. (Dwi)






