Bitung, Redaksisulut – Menanggapi Postingan dari grup media sosial (Medsos) Orang Bitung Bicar Jujur Tentang Bitung menjadi perbincangan antara Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan Jurnalis dan Masyarakat.
Postingan tentang pemberitaan dari Tennie Wior mengenai pemberitaan yang sampai di tanggapi Marlon Sarinda diduga Melecehkan Profesi dari Jurnalis.
Dikutip dari postingan serta komentar sampai mengundang beberapa Masyarakat dan Insan Pers untuk menanggapi Komentar dari Marlon.
“Pak Eddy Hendra Sondakh bahasa media itu bermuatan komersil bukan alat kebenaran.” Tulis Marlon dalam Kolom Komentar.
- Menjalin Silaturahmi dan Tradisi, Warga Laksanakan Ziarah Religi ke Makam Leluhur di Desa Dayeuhluhur
- Pengarahan di Kanwil BPN Provinsi Sumatera Utara, Menteri Nusron Minta Jajaran Utamakan Kemudahan Layanan Bagi Masyarakat
- Menteri Nusron Serahkan Sertipikat Wakaf Dan Bantuan MUI, Untuk Masjid Salman Alfarisi Aceh Tamiang
Dengan adanya postingan tersebut sehingga menjadi perdebatan sampai kurang lebih 100 komentar yang dimana :
“Marlon Sarinda kalau mmg bahasa media tdk bisa dugunakan alat atau bukti dalam kasus hukum kong for apa polisi/jaksa menjadikan berita2 media sebagai langkah awal sebuah penyelidikan?
Karena setahu qt rekan2 media di kota bitung beberapakali dimintai keterangan tambahan terkait kasus hukum yg dijadikan pemberitaan oleh polisi/jaksa untuk meminta keterangan tambahan sebelum memulai penyelidikan…”. Komentar Mougly BM salah satu Jurnalis Kota Bitung.
“Intinya qt salut pa nga Marlon Sarinda…so nga tu ASN di Pemkot Bitung paling kritis smp nga pe pimpinan nga kritik…babatu nga tle!!! Kurang Kodim dgn Marinir tu belum pernah nga bastatus akang 😁😁😁”. Tambahnya.
Dengan adanya Komentar Ini Tennie Wior menanggapi komentar dari Postingan tersebut.
“Miris… Senin torang rame2 lapor pa dia.. Pelecehan, penghinaan, terhadap pers… torang buktikan secara hukum dia pe bahasa… Rekam jejak beliau, pers Bitung sdh tau…”. Komentar Tennie menanggapi perdebatan komentar dari Marlon. (Wesly)






