Bitung- Aksi.demo Asosiasi Pedagang Pasar (APPSI) Kota Bitung.di kantor DPRD, Rabu, (15/7/2026) nyaris ricuh.
Hal ini dikarenakan para pendemo tidak mengizinkan anggota DPRD untuk berbicara atau mengklarifikasi. Menurut salah satu juru bicara aksi, Wahyudi Huntaz SH, kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi, dan tidak perlu diklarifikasi oleh anggota DPRD.
“Kami hanya minta pimpinan dan anggota DPRD untuk bekerja, paling lambat 7 hari kerja dari sekarang, dengan menindak lanjuti apa yang menjadi tuntutan kami,” tandas Wahyu.
Anggota DPRD, Ahmad Syarifudin Illa yang coba berbicara, tidak diizinkan. Akhirnya, Illa mengajak anggota DPRD yang lain untuk keluar. Hal ini memicu kemarahan massa aksi yang meminta para anggota DPRD untuk tetap berada di ruangan. Situasi sempat memanas, namun akhirnya dapat dikendalikan oleh aparat kepolisian dan pimpinan aksi, termasuk ketua APPSI, Hairudin Bandu, ikut menenangkan para pedagang yang ikut dalam aksi tersebut.
Para pendemo meminta agar DPRD dapat melakukan pengawasan terhadap kesemerawutan pasar di kota Bitung, dengan mengeluarkan Perda penataan pasar. Selain itu, pendemo juga menyampaikan apresiasi kepada direksi Perumda Pasar yang ada saat ini karena menurut mereka sudah bekerja dengan baik.
Setelah menyampaikan beberapa point tuntunan secara tertulis kepada ketua DPRD, dan meminta untuk ditandatangani bersama, para peserta aksi membubarkan diri dengan tertib.
Namun dibalik aksi tersebut, berhembus kabar, ditunggangi oleh salah manajemen Perumda Pasar. Menurut sumber yang enggan identitasnya dipublish mengatakan, diduga kuat didalangi oleh petinggi Perumda Pasar, karena salah satu direksi adalah pimpinan APPSI.
Sementara itu, Plt Direktur Oprasional Perumda Pasar, Vanny Kaunang yang juga sekretaris APPSI saat dikonfirmasi membantah kabar tersebut. Kaunang mengaku tidak mengetahui demo tersebut.
“Demo APPSI? Saya tidak tahu. Sekarang saya lagi ada urusan lain. Demo itu tidak ada di group organisasi. Saya tidak berani. Serius, saya tidak terlibat sama sekali. Itu mereka. Murni aspirasi pedagang. Kami manajemen Perumda tidak tahu sama sekali soal itu. Info ini sangat mengejutkan,” tegasnya. (hzg)






