Tahuna – Pemerintah Kabupaten kepulauan Sangihe bersama Forkopimda dan pemerintah provinsi Sulawesi utara laksanakan tatap muka dengan warga kepulauan Marore. Kamis (24/3/23) terkait sosialisasi wawasan kebangsaan.
Pj Bupati kabupaten kepulauam Sangihe dr Rinny Tamuntuan dalam sambutannya menyampaikan selain sosialisasi wawasan kebangsaan juga adanya bimbingan tentang penanggulangan bencana dari Tagana Provinsi dan Dinas sosial kabupaten sangihe kepada siswa,siswi SMP dan SMA Kecamatan Marore.
“Bagaimana adik-adik sekalian dalam menghadapi bencana atau apa yang dilakukan apabilah terjadi bencana, ketika ada di lingkungan sekolah atau dimasyarakat didalam keaadan darurat kalian harus berbuat apa ” jelas Tamuntuan.
Tamuntuan juga mengatakan selain bimbingan dan penyampaian juga akan dilaksanakan simulasi saat terjadi bencana. ” karena kalau hanya penyampaian materi saja masih kurang harus sekaligus dengan simulasi atau dipraktekan ” ujar Tamuntuan.
Tamuntuan juga tak henti-hentinya mengsosialisasikan tentang program menanam kebutuhan pokok di pekarangan dalam rangka penanganan krisis pangan global.” Saya juga telah sampaikan kepada Camat Marore agar arahan pelaksanaan program mahie mesuang segera dilaksanakan” ungkap Tamuntuan.
Saat tatap muka tersebut Pj Bupati juga sampaikan adanya sumbangan untuk gereja Gmist Imanuel Marore sebesar Rp.25.000.000,- untuk pembangunan gedung gereja dan pembangunan rumah singgah. ” Tentunya ini sangat berguna karena sering kali banyak kunjungan ke kecamatan Marore namun untuk menampungnya masih sangat kurang yang tentunya juga menjadi perhatian ” ujar Tamuntuan.
Selesai tatap muka Pj Bupati dan Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara dr Fransiscus Andi Silangen serahkan bantuan kepada masyarakat.
Saat ditemui awak media Pj Bupati juga sampaikan terkait penyeleaaian persoalan transportasi laut yang kadang terkendala karena rusak dan jumlah armada yang hanya satu unit. ” Tentunya hal ini menjadi perhatian pemerintah Kabupaten kepulauan Sangihe dan sudah melakukan upaya kepihak kementrian perhubungan dan solusinya adalah kementrian menyiapakan Kapal Sabuk Nusantara 109 dan Sabuk nusantara 30. Muda-mudahan secepatnya ditindak lanjuti karena untuk daerah perbatasan menjadi perhatian yang sangat prioritas ” tutur Tamuntuan.
Harapan Pj Bupati terhadap Camat dan Kapitalaung ,kedepanya dapat mengfasilitasi lahan untuk pembngunan lumbung pangan ” namun apabilah belum ada pembangunan lumbung pangan dapat diantisipasi dengan menggunakan kantor desa atau ruangan yang ada di kantor desa dan tentunya Pemerintah akan membantu dari sisi kebutuhan pangannya ,termasuk dari Dinas Sosial provinsi ada juga program lumbung pangan sosial” jeas Tamuntuan.
Tamuntuan menambahkan pemerintah Kabupaten Sangihe juga telah melakukan pemetaan untuk derah yang rawan bencana yang menjadi prioritas pembangunan lumbung Pangan. (Yoss)



















