Mitra – Sejumlah kelompok dengan membawa senjata tajam berupa samurai, cakram, dan tombak, dan lakukan perampasan stok (rep) di lokasi tambang Nibong Ratatotok pada hari Sabtu ( 13/06/2020).
Diduga sekelompok orang tersebut berasal dari Tompaso Minsel,datang kelokasi tambang Nibong Ratatotok Kabupaaten Minahasa Tenggara (Mitra), dan melakukan perampasan stok (rep) yang sudah di pak di atas lobang.
Menurut informasi yang di dapat media ini, salah satu pengawas di lobang tersebut dengan inisial N.M mengatakan bahwa pada saat kami berikan kesempatan para penambang yang masuk di dalam lobang setelah keluar, mereka mengucapkan terima kasih kepada pengawas yang jaga di lubang tersebut.
Selang beberapa menit kemudian terdengar suara berteriak (ba kuku) dan merusak terpal dengan menggunakan cakram dan terjadi kekacauan di lokasi tambang sehingga semua penambang lari meninggalkan lokasi tersebut,”pungkas N,M.
- Arnold Poli Tegaskan LPM Tomohon Sah dan Legal, Lantik Pengurus 5 Kecamatan dan 44 Kelurahan Periode 2026–2031
- Langkah Nyata Pembangunan, Desa Lebak Anyar Gelar Musdes Penyusunan RKPDES 2027 dan Laporan Realisasi Semester I
- Hadiri Kawin Massal, Bupati Michael Thungari Terima Penghargaan Inovasi Pelayanan Publik Dari Provinsi Sulawesi Utara
Kejadian kedua tadi malam sekitar pukul 10.30, kembali terjadi insiden perampasan stok di lobang yang di lakukan sekelompok orang yang sama.
Pemilik lobang ketika di konfirmasi atas nama Yotje Palahoon (Ocek) mengatakan, dirinya sudah 1 Minggu tidak naik di lokasi,karena sudah ada pengawas yang saya percayakan. Kalau kejadian di lokasi saya tidak tahu kronologisnya.
“Padahal siapa saja yang minta saya kasih karena ini adalah berkat bagi kita semua para penambang baik dari Tompaso, Mitra, Boltim dan Minahasa,” pungkas Ocek pemilik lobang. (red)








