Sulut – Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey meninjau kesiapan Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk Covid-19 di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Manado, Kamis (30/4/2020).
Laboratorium PCR ini diharapkan dapat meningkatkan kecepatan diagnosa dan kecepatan penentuan status pasien dalam pengawasan (PDP) di Sulut sehingga tenaga medis dapat segera memberikan penanganan yang tepat bagi PDP, baik yang meninggal maupun yang membutuhkan pengobatan Iebih lanjut.
Pada kesempatan itu, Gubernur Olly yang didampingi Sekdaprov Edwin Silangen mengatakan nantinya pemeriksaan sampel berlangsung lebih cepat dari sebelumnya yang dilakukan di Jakarta.
“Kita tidak lagi menunggu hasil tes dari Makassar maupun Jakarta. Sebagai contoh kita sudah mengirimkan hampir 200 sampel untuk melihat hasil swab kita, tapi yang turun sampai hari ini baru 72 jadi masih ada 100 lebih yang belum turun hasil dari Jakarta,” kata Gubernur Olly.
- PLN Goes To You: Semarakkan Hari Pelanggan Nasional 2026, PLN UP3 Gorontalo Hadir Menyapa Pelanggan
- Semangat Hari Pelanggan Nasional, PLN UP3 Kotamobagu Perkuat Sinergi dan Keandalan Listrik Bersama Stakeholder di Boltim
- Momen Hari Pelanggan Nasional 2026, PLN Unit Layanan Pelanggan Manado Utara Hadir Lebih Dekat: Mendengar, Mengapresiasi, dan Tumbuh Bersama Pelanggan
“Ya mudah-mudahan dengan beroperasinya laboratorium milik pemerintah pusat di Sulut diperkirakan minggu depan sudah bisa beroperasi, nah kita dapat mendeteksi lebih awal jumlah pasien covid-19,” lanjutnya.
Disamping kesiapan laboratorium, Gubernur Olly juga optimis jumlah pasien covid-19 yang sembuh akan terus meningkat. Diketahui hingga Rabu kemarin tercatat dari 44 pasien covid-19 di Sulut, 14 diantaranya telah sembuh.
“Nah ini kita harus berdoa terus sehingga bisa cepat sembuh orang-orang yang terdampak covid-19 ini,” ucap Gubernur Olly.
Selain mengunjungi laboratorium PCR, Gubernur Olly juga meninjau Gedung Paradise Product Promotion Center (P3C) Kairagi yang rencananya bakal digunakan sebagai alternatif rumah singgah bagi Orang Dalam Pemantauan (ODP).
Menurutnya, setiap fasilitas yang disediakan Pemprov Sulut merupakan bentuk kesiapsiagaan dan antisipasi dalam penanganan covid-19.
“Banyak yang kita akan persiapkan. Ya mudah-mudahan persiapan-persiapan kita ini tidak digunakan, tetapi sebagai manusia pemerintah harus mempersiapkan ibarat hujan, sediakan payung sebelum hujan , jadi tugas pemerintah itu semua dilakukan,” tutupnya. (*/JM)







