Jakarta-Ketua Bawaslu Jakarta Pusat Christian Nelson Pangkey atau yang akrab disapa dengan Sopan Rabu (6/9) kemarin menerima penghargaan peserta terbaik dalam pelatihan Penguatan Kompetensi Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota yang diserahkan langsung oleh Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja.
Pelatihan yang dilaksanakan selama 5 hari tersebut dilaksanakan di Bogor oleh Bawaslu RI di 3 tempat yang berbeda. Pelatihan kali ini merupakan pelatihan gelombang kedua dengan peserta sebanyak 625 orang.
Pangkey kepada wartawan berterima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh Bawaslu RI kepada Bawaslu Jakarta Pusat.
“Terima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh Bawaslu RI kepada kami Bawaslu Jakarta Pusat. Ini adalah penghargaan pertama kami setelah dilantik menjadi pimpinan Bawaslu Jakarta Pusat,” ujar Pangkey.
- Gubernur Yulius Selvanus Bersama Forkopimda Sulut Kawal Visi Presiden Prabowo : Bangun Kedaulatan Ekonomi dari Desa
- Wali Kota Tomohon Ikuti Peresmian 1.061 Koperasi Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto
- Wakili Gubernur Sulut, Sekwan Silangen Hadiri Pembukaan Turnamen Minahasa Selatan Bermazmur 2026
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja mengajak para peserta yang merupakan Ketua dan Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Kabupaten/Kota seluruh Indonesia membahas mengenai tema kebangsaan, sejarah, dan hukum pemilu seperti perubahan dasar negara, sistem kenegaraan, serta posisi Bawaslu dalam teori kekuasaan negara.
Bagja memandang pemikiran mengenai pengawasan pemilu telah ada sejak tahun 1950-an. “Di lobby kantor Bawaslu, ada surat dari Bung Karno (yang berisi) untuk menentukan pilihan pemimpin rakyat Bangka, surat Bung Karno di Muntok, Bangka. Maka harus dibentuklah sebuah panitia pemilihan dan pengawas. Itu disebut untuk pilkada,” ujar alumnus Utrecth University itu.
Selain bekerja mengikuti aturan, Bagja juga meminta para komisioner baru untuk memperhatikan dimensi sosial dan budaya masyarakat. Kebijaksanaan harus dimiliki pengawas pemilu dalam membangun demokrasi. (nav)






