SANGIHE – Ibadah di GMIST Imanuel Tahuna, Minggu (24/11/2024) terasa berbeda dengan ibadah biasanya. Ya, pagi itu Ketua Sinode GMIST Pdt Dr Wilman Woba di sela-sela ibadah sekaligus melakukan doa berkat kepada empat pasang calon pemimpin Sangihe.
Mereka adalah Jabes Gaghana – Patras Madonsa, Michael Thungari – Tendris Bulahari, Rinny Tamuntuan – Mario Seliang dan Hendrik Manosoh – Remran Sinadia. “Ini momentum yang baik untuk seluruh jemaat mendoakan calon pemimpin Sangihe. Semoga pada 27 November nanti kita semua diberikan hikmat untuk menentukan pemimpin Sangihe. Dan semuanya bisa berlangsung dengan damai dan penuh cinta kasih,“ pesan Pdt Wilman Woba.
Para pasangan calon pun tampak saling bercengkrama, berjabat tangan satu dengan yang lain dan melempar senyum. Mereka pun didaulat membawakan pujian bersama dengan keluarga berjudul: Indah RencanaMu Tuhan.
Sebelumnya dalam khotbah Ketua Umum Sinode GMIST, Pdt Dr Wilman Woba mengutip bacaan 1 Korintus 13 : 1 – 13 menyampaikan bahwa manusia dianugerahkan kasih oleh Tuhan. Kemudian, Tuhan menciptakan manusia seturut dengan gambar dan rupanya. “Itu akses. Saudara dan saya adalah rupa dan gambar Allah. Tidak ada manusia yang tidak memiliki potensi ilahi, makanya tidak boleh ada manusia menghina sesama karena kita semua sama d mata Tuhan. Kalau ada yang menghina sesama berarti dia menghina Tuhan,“ ujar Pdt Woba dalam khotbahnya.
- Info Update Agenda DPRD Sulut Hari Ini : Ibadah Rutin Keluarga Besar DPRD Sulut, Hingga Rapat Lanjutan Pembahasan Ranperda Pertanggung Jawaban APBD Dan RDP Bersama Mitra Kerja
- Erupsi Gunung Karangetang Kembali Terjadi, Plt. Bupati Heronimus Makainas Imbau Masyarakat Tetap Waspada
- National Series 2 Kejuaraan Terbuka Panjat Tebing Piala Walikota Manado 2026 Resmi Ditutup
Sebab manusia lanjut dia, diangugerahkan kasih dari Tuhan. Begitu juga terhadap paslon di Pilkada Sangihe, memang dari empat pasangan diberikan perbedaan tapi perbedaan itu punya tujuan yang sama untuk membangun daerah. “Ingat tiga hal dalam bacaan ini yakni iman, pengharapan dan kasih. Dan yang terbesar adalah kasih. Tuhan Yesus memberikan catatan ringkas: kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Dan kasih dari Tuhan tidak pernah berkesudahan. Beda dengan kasih dari manusia ada masa kadaluarsa,“ katanya. (*)







