Tomohon – Tinjauan Lapangan Evaluasi Implementasi Program Smart City dalam Gerakan Menuju 100 Smart City Tahun 2020. Kegiatan ini dilgelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Daerah Kota Tomohon, sejak tanggal 3 – 4 Maret tahun 2020.
Walikota Tomohon Jimmy Feidie Eman, SE Ak, CA diwakili Sekretaris Daerah Kota Tomohon Ir. Harold V. Lolowang, M.Sc. menghadiri sekaligus membuka kegiatan ini.
Sekda Tomohon juga menjadi narasumber dengan membawakan materi berjudul optimalisasi kapabilitas dan performa aspek smart city, yang dihadiri oleh narasumber tim pembimbing smart city dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Hari Kusdaryanto dan Hari Nugroho serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Daerah Kota Tomohon Novi Politon, SE., MM., para Kepala Perangkat Daerah, utusan Perangkat Daerah dan para Lurah se- Kota Tomohon.
Dalam sambutannya Walikota Tomohon yang dibacakan Sekda Lolowang mengatakan Pemerintah Kota Tomohon mendampingi Pembimbing Smart City dari Kementerian Kominfo RI untuk melakukan pemeriksaan kembali terhadap program yang ada di masterplan smart city kota Tomohon yang telah dilaksanakan oleh tiap perangkat daerah.
- Reses Irene Golda Pinontoan Perkuat Sinergi Pemerintah dan Masyarakat untuk Mendorong Pembangunan Kota Manado
- Reses Vionita Kuera di Kampung Kawahang, Perkuat Sinergi Masyarakat dan Pemerintah untuk Percepatan Pembangunan Kepulauan
- Gelar Reses II Tahun 2026, Ini Aspirasi yang Dijaring Anggota DPRD Provinsi Sulut
“Pembangunan berbasis smart city telah menjadi tren pembangunan kota di dunia dan sudah menjadi keharusan,” Ujar Sekot Lolowang.
Dijelaskan,pembangunan smart city tidak sekedar mengedepankan efisiensi birokrasi namun juga membangun masyarakat yang memanfaatkan teknologi secara tepat guna.
“Tujuan dari kegiatan ini dimana dapat memberikan penjelasan tentang tata cara evaluasi smart city, manajemen resiko dasar untuk program/kegiatan smart city, melakukan evaluasi terhadap dampak program/kegiatan smart city , melalukan peninjauan lapangan program/kegiatan smart city dan juga memberikan rekomendasi perbaikan terhadap pelaksanaan program/kegiatan smart city.” Tutup Sekot Lolowang. (Oma)








