Minsel-Peralatan pertanian Alsintan bantuan Kementerian Pertanian yang seharusnya diperuntukan untuk para petani guna meningkatkan produktifitas pertanian, mengurangi biaya produksi, dan meningkatkan pendapatan petani, di duga disalah gunakan oleh oknum pengurus kelompok tani.
Sejumlah Alsintan bantuan Kementerian Pertanian ini diduga dikomersilkan oleh oknum pengurus kelompok tani yang seharusnya dikelolah oleh usaha jasa alsintan, seperti UPJA (Usaha Pelayanan Jasa Alat Pertanian), yang bertujuan untuk membiayai operasional, perawatan, dan investasi alsintan yang baru.
Salah satu masyarakat yang tidak mau namanya di sebut (identitas di meja redaksi) kepada wartawan media ini (23/7) menyampaikan bahwa oknum tersebut memiliki sejumlah alsintan bantuan kementerian yang dikelolah oleh dirinya sendiri. Lebih parah lagi kelompok yang ia miliki fiktif alias tidak sesuai aturan karena tidak memiliki anggota.
Oknum pengurus kelompok tani tersebut diduga berkonspirasi dengan oknum pejabat di Dinas Pertanian Minahasa Selatan, karena puluhan Alsintan hanya diserahkan kepada kelompok tersebut seperti Alat berat, motor 3 roda, Combine Harvester, dan sejumlah Alsintan lainnya.
- PLN Goes To You: Semarakkan Hari Pelanggan Nasional 2026, PLN UP3 Gorontalo Hadir Menyapa Pelanggan
- Semangat Hari Pelanggan Nasional, PLN UP3 Kotamobagu Perkuat Sinergi dan Keandalan Listrik Bersama Stakeholder di Boltim
- Momen Hari Pelanggan Nasional 2026, PLN Unit Layanan Pelanggan Manado Utara Hadir Lebih Dekat: Mendengar, Mengapresiasi, dan Tumbuh Bersama Pelanggan
“Alat-alat pertanian tersebut diperuntukkan untuk petani secara GRATIS dengan catatan menanggung biaya BBM dan operator/brigade.”Ucapnya.
Sangat disayangkan ulah oknum tersebut petani saat ini sangat sulit mendapatkan Alsintan, karena harus membayar sewa/jam dengan biaya ratusan ribu rupiah. (Onai)







