Tahuna – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, merespon peringatan dini yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dari stasiun Meteorologi maritim Bitung.
Dalam peringatan dini tersebut dikatakan waspadai banjir pesisir atau (rop) akibat fase bulan purnama terhitung dari hari ini 17 sampai 20 Januari 2022, terjadi pasang air laut maksimum yang lebih siknifikan terjadi di wilayah pesisir Utara dan Timur Sangihe.
Juga dalam peringatan itu agar masyarakat waspada terhadap gelombang tinggi akibat fenomena alam tersebut.
Menyikapi hal itu, pemerintah melalui sekretaris daerah Herry Wolf mengatakan, agar masyarakat tidak mengabaikan setiap informasi yang di keluarkan oleh BMKG bila perlu mengudate informasi setiap saat agar mengetahui perkembangan cuaca di wilayah kepulauan Sangihe.
- Supardi : Kantah ATR/BPN Morut Pastikan Hadirkan Pelayanan Pertanahan Berkeadilan
- Gubernur Yulius Koordinasi Bersama Menaker, Dorong Revitalisasi BLK dan Perluasan Pelatihan Kerja
- BPKP Sulteng Serahkan LHEPP Pemda Morut TA 2026, Bupati Delis : Hasil Evaluasi Berikan Sejumlah Masukan Penting Untuk Perbaikan
“Pemerintah tentu mendorong masyarakat agar tetap waspada bila perlu harus update informasi terbaru terkait perubahan cuaca” kata Wolf.
Menurutnya, wilayah kepulauan Sangihe memang cuacanya sewaktu-waktu berubah jadi perlu informasi dini agar masyarakat khususnya para nelayan dapat mengakses dan mengetahui perkembangan cuaca sehingga terhindar dari musibah.
Selain itu kata Wolf, banjir rop sering terjadi di wilayah kepulauan Sangihe dan fenomena ini menjadi hal biasa air bisa naik sampai menggenangi jalan termasuk area pasar Towoe. “Ini sering terjadi di Sangihe akan tetapi kita tetap waspada” kunci Wolf. (*/YL)








