Manado – Kebakaran kembali beraksi, kali ini rumah kost dua tingkat semi permanen milik keluarga Tandayu-Takalao yang bertempat di Kelurahan Batu Kota Lingkungan I Kecamatan Malalayang tepatnya didepan Asrama mahasiswa Jayawijaya Papua ludes dilalap si jago merah. Senin (10/2) sekitar 00.15 Wita.
Menurut keterangan dari saksi bernama Briliand Tindege (21) yang adalah penghuni kost tersebut, mengatakan saat itu dirinya sedang berada di dalam kamar sambil bermain handphone. Lalu saksi mencium bau hangus dan terasa panas hingga dalam kamar. Karena penasaran, saksi keluar dan melihat api sudah membesar berasal dari lantai satu bagian dapur samping kiri. Sehingga dengan cepat menjalar menghanguskan seluruh bagian lantai dua yang terbuat dari kayu.
Terpisah, menurut keterangan dari Hesky Somba (21) yang juga adalah salah satu penghuni kost mengatakan, saat itu sekitar 24.00 Wita, korban pulang ke tempat kost kemudian langsung masuk kedalam kamar dan langsung tidur. Namun sekitar 15 menit kemudian, korban mendengar suara teriakan kebakaran dari arah bagian depan. Sontak saksi langsung keluar kamar dan melihat api sudah menjalar ke bagian lantai dua hingga menghanguskan seluruh bangunan rumah.
Sementara menurut keterangan dari kepala lingkungan yakni Djefli Raymon Rambet (51) menjelaskan kalau saat itu dirinya mendengar suara teriakan kebakaran. Lalu saksi keluar rumah dan melihat kalau lantai dua rumah tersebut sudah terbakar. “Saat saya melihat kebakaran, saya bersama warga langsung memadamkan api tersebut dengan alat seadanya. Namun karena bahan yang terbakar dari kayu sehingga api dengan cepat menghanguskan rumah,” ujar Djefli.
- Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PLN UP3 Palu Hijaukan Pesisir Teluk Palu Melalui Penanaman 1.000 Bibit Mangrove
- Dari Gerobak Harapan ke Usaha yang Lebih Mapan: Kisah Muhammad Syarifuddin Menyalakan Asa Bersama TJSL PLN
- Terpilih Secara Resmi Pimpin Partai Hanura Sulut, Ade Saerang : Partai Hanura Bukan Partai Kecil, Partai Hanura Akan Bangkit Di Sulawesi Utara!
Kapolsek Malalayang Kompol Elia Maramis ketika dikonfirmasi mengatakan sebanyak delapan mobil pemadam kebakaran dari Pemkot Manado yang mencoba untuk memadamkan api tersebut, “untuk kerugian material diperkirakan sekitar 200 juta. Dan untuk penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan,” pungkasnya. (Dwi)






