Bitung- Rumah Sakit Manembo-nembo (RSMN) Bitung, kini memiliki fasilitas hemodiaslis (HD) atau cuci darah, bagi pasien yang menderita penyakit ginjal kronis. Ini merupakan Rumah Sakit pertama di kota Bitung yang menyediakan fasilitas tersebut.
Fasilitas tersebut diresmikan langsung oleh Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, didampingi ketua TP PKK Sulur, Ny Ani Selvanus, Walikota dan Wakil Walikota Bitung, Hengky Honandar dan Randito Maringka, Senin (6/7/2026). Kepala RSMN Bitung, Dr. dr Challi Tirajoh, M. Kes mengatakan, pelayanan cuci darah ini mulai dilakukan pada Senin hari ini.
Untuk saat ini kata dr Challi, tersedia 4 bad, dan bisa melayani 24 orang pasien, dimana untuk tenaga medis disiapkan untuk 2 shift setiap hari, dari pagi sampai jam 6 sore. “Kami buka Senin sampai Sabtu. Satu atau 2 bulan kedepan kami akan upayakan supaya ada penambahan 2 bad menjadk 6 bad, supaya pelayanan maksimal kami bisa sampai 36 pasien. Tahun depan kita akan upayalan penambahan sampai 20 bas supaya lebih maksimal,” jelasnya.
Saat ini kata dr Challi, pihaknya terkendala pada kekurangan tenaga medis. Oleh karenanya, saat ini sementara diikutkan pelarihan. “Saat ini perawat yang mahir baru 3 orang. Makanya sekarang sementara kami sekolahkan dan akan selesai bulan Agustus nanti. Setelah itu akan ada ada penambahan shift. Nantinya jika diakhir tahun ada lagi pelatihan, kami akan kirimkan lagi perawat untuk disekolahkan dan mendapat sertifikat sekitar 5 atau 6 orang perawat di RSU Kandow,” ujarnya.
- Akrab dan Penuh Rasa Syukur, Warga RT 04 Desa Lebak Anyar Gelar Syukuran Bersama Bhabinkamtibmas dan Tokoh Masyarakat
- Meriah dan Penuh Kehangatan, Warga RT 16 Lebak Anyar Gelar Lomba Pukul Plastik Peringati HUT ke-81 RI
- Piala Soeratin U-17 Perebutkan Trofi Gubernur Sulut, PSKT Tomohon Jadi Tuan Rumah
Selain itu kata dr Challi, pihaknya juga sudah siapkan 1 dokter umum dan 1 sementara disekolahkan, serta 1 dokter spesialis penyakit dalam. “Untuk dokter spesialis penyakit dalam, minggu ini sudah ada,” pungkasnya sembari menghimbau kepada masyarakat untuk sebaiknya menghindari jadi pasien cuci darah, dengan cara menjaga pola hidup sehat. (hzq)





