Rizya Ganda Davega Tak Sekadar Berkeliling, Dagangan UMKM di LTF 2026 Diborong

oleh -1182 Dilihat

Likupang-Dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terlihat nyata di tengah kemeriahan Likupang Tourism Festival (LTF) 2026. Usai pembukaan festival di Pantai Paal, Jumat (21/8/2026), Rizya Ganda Davega memilih turun langsung ke area UMKM dan membeli sejumlah produk yang dijajakan para pelaku usaha.

Didampingi Bupati Minahasa Utara Joune Ganda, Rizya menyusuri satu per satu stand yang dipadati berbagai produk lokal. Kehadirannya bukan sekadar kunjungan seremonial. Ia berinteraksi langsung dengan pedagang, melihat produk yang dipajang, mencicipi sejumlah jajanan hingga memborong dagangan yang menarik perhatiannya.

Rizya juga tampak akrab berbincang dengan para pelaku UMKM. Di hampir setiap stand, ia meluangkan waktu untuk berfoto bersama pedagang maupun pengunjung.

Sikap tersebut sontak membuat suasana di kawasan UMKM semakin hidup. Para pelaku usaha terlihat antusias ketika produk mereka didatangi langsung oleh istri Bupati Minahasa Utara tersebut.

Tak hanya melihat-lihat, Rizya benar-benar membawa pulang sejumlah produk yang dibelinya. Bagi pelaku UMKM, aksi sederhana itu menjadi bentuk dukungan konkret sekaligus promosi langsung terhadap produk lokal yang mereka tawarkan.

LTF 2026 sendiri tidak hanya menyuguhkan pertunjukan seni, lomba, musik dan berbagai atraksi wisata. Puluhan stand UMKM turut dihadirkan untuk membuka ruang bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal memperkenalkan sekaligus memasarkan produk mereka kepada pengunjung.

Kehadiran pengunjung dalam jumlah besar menjadi peluang bagi UMKM untuk memperluas pasar. Produk yang selama ini hanya dikenal di lingkungan sekitar, mendapat kesempatan diperkenalkan kepada wisatawan dan masyarakat dari berbagai daerah.

Di tengah kunjungan tersebut, Joune Ganda juga terlihat memberikan perhatian kepada pelaku usaha lokal.

Di salah satu stand, Joune mencicipi kopi dan sejumlah minuman yang diproduksi anak-anak muda Minahasa Utara. “Enak, rasanya nagih,” ujar Joune.

Ia terlihat menikmati sajian tersebut sembari berbincang dengan pelaku usaha. Momen ini sekaligus memperlihatkan bahwa LTF tidak hanya menjadi panggung hiburan, tetapi juga ruang bagi generasi muda untuk memperkenalkan kreativitas dan produk hasil usaha mereka.

Kehadiran kepala daerah bersama sang istri di area UMKM pun memberi gambaran berbeda tentang bagaimana sebuah festival dapat memberi manfaat langsung kepada masyarakat.

Di balik kemeriahan panggung, parade dan pertunjukan, terdapat pelaku usaha yang menggantungkan harapan pada ramainya pengunjung. Ada pedagang yang membawa makanan produksinya sendiri, anak-anak muda yang mulai merintis bisnis minuman dan kopi, hingga pengusaha kecil yang memanfaatkan momentum festival untuk mencari pelanggan baru.

Ketua Panitia LTF 2026 Ray Dondokambey sebelumnya menyampaikan, pelaksanaan festival tahun ini ditargetkan mampu menarik puluhan ribu pengunjung.

Selain menghadirkan atraksi wisata, lomba, pentas seni dan musik, LTF juga diarahkan menjadi ruang penggerak aktivitas ekonomi masyarakat melalui keterlibatan UMKM.

Dengan demikian, kemeriahan LTF 2026 tidak berhenti pada panggung hiburan. Ramainya festival diharapkan ikut mengalir menjadi transaksi, promosi dan peluang pasar baru bagi pelaku usaha lokal.

Sebab, bagi UMKM, dukungan paling berarti bukan hanya ketika produk mereka dipuji, tetapi ketika produk tersebut benar-benar dibeli dan diperkenalkan kepada pasar yang lebih luas. (T3/*)