Bonebol-Sistem zonasi dalam Penerimaan siswa baru masih menjadi keluhan utama masyarakat Bone Bolango. Hal ini terungkap dalam reses Wakil Ketua DPRD Bone Bolango Azan Piola,SH,pada Rabu (14/05/2025).
“Yang selalu dikeluhkan masyarakat adalah sistem zonasi,” Ujar Azan.
Politisi asal PPP ini menegaskan tujuan zonasi sebagai upaya pemerataan pendidikan jangan sampai menimbulkan masalah baru.
“Ada tiga desa yang tidak tercover yakni Desa Moutong, Desa Butuh dan Desa Tunggulo,” tegas Azan, usai kegiatan reses hari pertama.
- Semarakkan HUT RI ke-81 dan Berkah Maulid 2026, YBM PLN UP3 Tolitoli Gandeng IDI dan Lanal Gelar Khitanan Sehat Ceria untuk 79 Anak di Galang
- Dukung Pariwisata Global, PLN Siagakan Personel dan Backup Kelistrikan Berlapis di Likupang Tourism Festival 2026
- Penutupan Latsar Yantek Batch 1, PLN UP3 Tahuna Dorong Petugas Semakin Tangguh dan Profesional
Azan menyampaikan, pihaknya akan membahas kembali hal setelah mengundang lagi Kepala Dinas Pendidikan soal revisi Perbup (Peraturan Bupati). “Sebab ada anak-anak jarak sekolahnya lebih dekat ke SMP 1 Tilongkabila di banding SMP 2 Kabila,” ujar Azan.
Ini akan ditindaklanjuti kedepannya, sebab kata Azan,hal ini menyangkut jarak dari pada para peserta didik atau siswa di Bone Bolango.
Diketahui, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bone Bolango, mulai melakukan reses di Daerah Pemilihannya (Dapil) masing-masing. Adapun untuk Dapil Kabila, Tilongkabila, Anggota DPRD Rakhmatiyah Deu, Amin N Nusi, Mohamad Fadly Hulukati, Romi Mohamad, Azan Piola, Yakub Tangahu, Zainudin Pedro Bau. (*Arr)





