Bonebol-Sistem zonasi dalam Penerimaan siswa baru masih menjadi keluhan utama masyarakat Bone Bolango. Hal ini terungkap dalam reses Wakil Ketua DPRD Bone Bolango Azan Piola,SH,pada Rabu (14/05/2025).
“Yang selalu dikeluhkan masyarakat adalah sistem zonasi,” Ujar Azan.
Politisi asal PPP ini menegaskan tujuan zonasi sebagai upaya pemerataan pendidikan jangan sampai menimbulkan masalah baru.
“Ada tiga desa yang tidak tercover yakni Desa Moutong, Desa Butuh dan Desa Tunggulo,” tegas Azan, usai kegiatan reses hari pertama.
- HKG PKK Ke-54, Pemprov Sulut Dorong Penguatan Peran Kader Menuju Indonesia Emas 2045
- Bupati dan Wakil Bupati Sangihe Tinjau Sekaligus Serahkan Bantuan Kepada Masyarakat Kecamatan Marore Yang Terdampak Musibah Gempa
- Pembukaan FBKM 2026 Berlangsung Meriah, Walikota Andrei Angouw Ingatkan MBW Ruang Publik Masyarakat Manado
Azan menyampaikan, pihaknya akan membahas kembali hal setelah mengundang lagi Kepala Dinas Pendidikan soal revisi Perbup (Peraturan Bupati). “Sebab ada anak-anak jarak sekolahnya lebih dekat ke SMP 1 Tilongkabila di banding SMP 2 Kabila,” ujar Azan.
Ini akan ditindaklanjuti kedepannya, sebab kata Azan,hal ini menyangkut jarak dari pada para peserta didik atau siswa di Bone Bolango.
Diketahui, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bone Bolango, mulai melakukan reses di Daerah Pemilihannya (Dapil) masing-masing. Adapun untuk Dapil Kabila, Tilongkabila, Anggota DPRD Rakhmatiyah Deu, Amin N Nusi, Mohamad Fadly Hulukati, Romi Mohamad, Azan Piola, Yakub Tangahu, Zainudin Pedro Bau. (*Arr)






