Bitung,-Air sungai tercemar, ratusan ikan mendadak mati, diduga akibat dampak dari limbah yang di alirkan dari pabrik pengelolaan ikan tuna yang beroprasi di Perumahan Glori, Kelurahan Sagrat, Kota Bitung. Jumat, (21/06/2024)
Diketahui pabrik tersebut diduga dengan sengaja mengaliri Limbah, sisah-sisah pembuangan dari pabrik langsung ke aliran pembuangan umum tanpa ada tempat pengelolaan limbah secara prosedural.
Sehingga mengakibatkan ratusan ikan air tawar yang di pelihara masyarakat setempat mendadak mati dan menimbulkan aroma menyengat yang cukup busuk.
Dokumentasi Ikan air tawar yang di pelihara masyarakat setempat mati.
Melalui unggahan postingan sosial media salah satu masyarakat yang terdampak dengan nama akun Karu Kami, mengeluh atas peristiwa yang di alaminya yang menyebabkan ratusan ikan miliknya mati dan meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bitung untuk segera mengambil tindakan tegas
“Buat Dinas DLH Bitung, tolong akang kasiang torang pe mata air di sagrat so tercemar dengan limbah ikan tuna dan air kelapa yang asam di perum glori. Torang pe usaha ikan tawar so mati dengan le dia bobou (aroma) masyarakat so nyanda tahan,” Tulisnya dalam postingan sosial media dengan dialog manado.
Keterangan lainnya yang berhasil di himpun lewat rekaman vidio warga saat melakukan komplen kepada seseorang dalam pabrik saat kejadian, diketahui sebagai pengelolah perusahaan membantah bahwa matinya ikan-ikan air tawar tersebut bukan karna limbah pabriknya. Bahkan siap untuk menghentikan oprasional pabrik beberapa hari kedepan guna sebagai perbandingan.
“Itu depe penyebab bukan karna pembuangan dari pabrik, mulai besok pabrik tutup nyanda mo ba oprasi kong lia depe perkembangan,” Cetus seorang pria berbahasa manado dalam rekaman vidio yang diketahui sebagai pengelolah pabrik.
Merianti Dumbela selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bitung saat di konfirmasi lewat pesan singkat whatsaap pada Jumat, (21/06/2024) Pukul 19:09 Wita. Masih memilih untuk bungkam, tidak memberikan jawaban meski notif pesan telah dibaca dengan centang dua berwarna biru.
(Kifli Polapa)









