Manado – Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Progres Percepatan Penetapan Revisi Perda Provinsi Sulut Nomor 1 Tahun 2014 tentang RTRW Provinsi Sulut Tahun 2014-2034 digelar Selasa (24/5/2022) di Hotel Sintesa Peninsula Manado.
Orang nomor dua di Bumi Nyiur Melambai ini menyayangkan kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Daerah Sulut malah tak dihadiri kepala dinasnya.
Kepala Dinas PUPR Sulut Alexander Watrimena hanya diwakili Kepala Bidang Herman Kusoy, padahal rakor ini turut dihadiri sejumlah wakil bupati di Sulut.
“Acara ini penting kadis tidak ada. Memalukan!” semprot Wagub Kandouw kepada wartawan usai membuka kegiatan tersebut.
- Lomba Bridge P/KB HAPSA 2026 di GMIM Paulus TWM Sukses Digelar, Wilayah Malalayang Champion Serie A dan Wilayah Manado Titiwungen Juara Serie B
- Hadir Pada Kegiatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sekwan Silangen Lakukan Penanaman Manggrove
- TIFF 2026 Jadi Etalase Florikultura Dunia, Tomohon Siapkan Peluang Investasi Global
Menurut Wagub Kandouw, revisi RTRW sangatlah penting karena berkaitan dengan pembangunan ke depan. Terlebih RTRW provinsi sudah ‘tertinggal’ tahun 2014. Di mana, hingga kini daerah sudah banyak mengalami dinamika.
“Percepatan revisi ini supaya dipercepat. Karena ini mengantisipasi hingga 30 tahun. Makanya, pemerintah kabupaten/kita harus betul-betul memperhatikan,” tegasnya.
Sementara itu, dalam sambutannya Wagub Kandouw mengingatkan pentingnya dibuatkan RTRW. Sebab, dalam hal investasi harus diperhatikan regulasi.
“Kita memang mendorong investasi, tapi wilayah itu harus lebih komprehensif lagi. Kita harus cari jalan keluar, agar apa keinginan investir, kondisi di lapangan itu mejing,” terangnya.
Revisi RTRW, sambungnya, harus dipercepat karena ada banyak proyek besar masuk di Sulut. Wagub Kandouw mencontohkan proyek tol, yang menghubungkan Kabupaten Minahasa Utara (Minut) ke Minahasa Selatan (Minsel).
“Ada juga KIMONG (Kawasan Industri Bolaang Mongondow) harus cepat petakan karena lokasinya besar,” tuturnya.
Oleh karenanya, Wagub Kandouw mengapresiasi para peserta yang hadir pada rakor ini.
“Yang datang betul-betul cermat, tahu kerja, memahami supaya hal yang sangat penting tak asal jadi. Saya imbau yang mengurus ini betul-betul konsentrasi,” tukasnya.
“Masalah ini serius bukan main-main. Harus ada output outcome,” pungkasnya. (*J.Mo)








