oleh

PT PLN dan Pemerintah RI Ajak Komunitas Global Kolaborasi Transisi Energi di Forum Ekonomi Dunia

-Berita, Minut-393 Dilihat

Bali-PT PLN (Persero) bersama Pemerintah Republik Indonesia mengajak komunitas global untuk berkolaborasi dalam upaya transisi energi, khususnya pada sisi pendanaan. Ajakan ini disampaikan melalui agenda Tri Hita Karana – World Economic Forum yang digelar di Bali pada Minggu (19/5/2024).

Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan bahwa Global Blended Finance Alliance (GBFA) menjadi kunci perubahan transformatif untuk mempercepat investasi di sektor-sektor ekonomi utama, termasuk melalui skema Just Energy Transition Partnership (JETP).

“Mata dunia tertuju pada Indonesia, sehingga kita harus menjadi contoh transisi energi berkeadilan yang benar-benar berhasil menyeimbangkan pembangunan ekonomi, keadilan sosial, dan pengelolaan lingkungan hidup,” ujar Menko Luhut. Ia menambahkan, kolaborasi global diperlukan untuk memecahkan tantangan transisi energi.

“Inisiatif seperti JETP perlu didukung oleh keselarasan pemangku kepentingan yang kuat, tidak hanya pada aspek teknis tetapi juga relasional, sehingga kita dapat menggunakan kesempatan ini untuk belajar bersama dalam memecahkan tantangan kita,” tambah Menko Luhut.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam transisi energi adalah dukungan pembiayaan.

“Untuk mendapatkan dukungan finansial yang memadai, terdapat beberapa inisiatif seperti JETP, AZEC, dan IPEF yang sedang berjalan. Kami memerlukan dukungan finansial lebih lanjut untuk mempercepat pencapaian NZE,” terang Arifin.

Arifin juga menegaskan bahwa pemerintah selalu memprioritaskan daya beli serta kesejahteraan masyarakat dalam transisi energi.

“Kita memastikan bahwa program transisi energi bersih harus memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kerja sama antara negara maju dan berkembang harus diperkuat untuk mengatasi kesenjangan, sehingga tidak ada yang tertinggal,” kata Arifin.

Dalam sesi _Deepdive_ di agenda yang sama, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa PLN kini tidak hanya fokus pada penyediaan listrik, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan.

“Melalui transisi energi, kita harus memastikan generasi mendatang memiliki masa depan lebih baik dari kita. Oleh karena itu, kita tidak bisa terfragmentasi, kita harus bersatu dan berkolaborasi. Kolaborasi dalam teknologi, inovasi, dan pendanaan,” jelas Darmawan.

Darmawan juga menegaskan bahwa PLN tengah menyiapkan rencana ketenagalistrikan nasional yang lebih hijau. Melalui _roadmap_ ini, PLN akan meningkatkan kapasitas bauran Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sebesar 75% dan Gas sebesar 25% pada tahun 2040.

“PLN sangat terbuka dengan pendanaan berskema _blended finance_, mengingat kolaborasi pendanaan seperti ini sangat dibutuhkan selama masa transisi menuju _Net Zero Emissions_. Skema _blended finance_ perlu terus didorong agar jenis pendanaan ini dapat lebih berkembang dan menjadi pendorong akselerasi transisi energi,” pungkas Darmawan. (*T3)