Morut – PT Gunbuster Nickel Industry (GNI), salah satu Perusahaan Tambang Smelter yang berinvestasi di Desa Bunta Kecamatan Petasia Timur Kabupaten Morowali Utara (Morut), membuka kegiatan, pembelajaran Sekolah Bahasa Inggris secara gratis, bagi Siswa- Siswi yang berdomisili di Desa Bunta dan Tanauge.
Kegiatan tersebut, merupakan salah satu Program Corporate Social Responsibility (CSR) yang ada di PT GNI.
Kepala SMP Negeri 3 Petasia Timur, Nofrice Susana Paseda, kepada sejumlah Wartawan, Selasa, (14/3/2022), mengatakan, pembelajaran bahasa Inggris gratis yang diselenggarakan PT GNI ini, sangat berdampak positif bagi mereka.
“Bahasa Inggris adalah Bahasa dunia, Siswa-Siswi yang berada diSekolahnya sangat berterima kasih, dengan dicetuskannya program tersebut, ” ujar Nofrice, sapaan akrabnya.
- Akrab dan Penuh Rasa Syukur, Warga RT 04 Desa Lebak Anyar Gelar Syukuran Bersama Bhabinkamtibmas dan Tokoh Masyarakat
- Meriah dan Penuh Kehangatan, Warga RT 16 Lebak Anyar Gelar Lomba Pukul Plastik Peringati HUT ke-81 RI
- Piala Soeratin U-17 Perebutkan Trofi Gubernur Sulut, PSKT Tomohon Jadi Tuan Rumah
Ia, menambahkan, pembelajaran ini juga, sekaligus merupakan bentuk kepedulian pihak Perusahaan, terhadap pertumbuhan dan perkembangan bagi warga lokal yang ada.
Kata dia, program ini kedepannya sangat diharapkan, bisa membantu warga yang bermukim di sekitar lokasi pertambangan, untuk bisa berinteraksi, baik secara lisan maupun tulisan, dalam bentuk bahasa Inggris.
“Selain guru, Native Speaker juga diperbantukan untuk mengajar di Sekolah Bahasa Inggris ini, ” ujarnya.
Secara terpisah, Kepala SDN 1 Bunta, Muuridun Laeto, juga mengatakan, hal yang sama. Program ini tidak hanya memberikan manfaat besar kepada Siswa- Siswinya , tetapi juga buat para Tenaga Pengajar yang ada di Sekolahnya.
“Manfaat dari program ini sangat strategis, karena berdampak positif bagi semua pihak yang terlibat di Sekolahnya, ” tandasnya.
Sekedar di ketahui, program Sekolah Bahasa Inggris ini, sudah dibuka sejak Januari 2022 lalu, dengan fokus pembelajaran dua kali dalam seminggu, dilakukan di Desa Tanauge, dan Seminggu sekali di Desa Bunta. (*/NAL)







