Presiden Jokowi saat memantau pelaksanaan vaksinasi Gotong Royong, di pabrik PT Unilever Indonesia, Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Jabar, Selasa (18/05/2021) pagi. (Foto Ist.)
Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk mengejar cakupan vaksinasi Gotong Royong yang telah ditargetkan.
“Targetnya 22 juta (dosis), tapi karena vaksinnya juga belum datang, yah inilah yang akan kita kejar nanti dengan ketua dan jajaran pengurus Kadin yang baru agar angka Vaksin Gotong Royong 22 juta itu bisa dikejar dalam bulan Juli-Agustus dan bulan-bulan berikutnya,” ujarnya pada Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) VIII Kadin Indonesia, di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (30/06/2021) sore.
Program vaksinasi nasional yang digulirkan pemerintah, didukung dengan Vaksinasi Gotong Royong yang dilakukan oleh sektor swasta, merupakan upaya bersama untuk mencapai kekebalan komunal atau herd immunity dalam menghadapi pandemi COVID-19.
Presiden Jokowi mengungkapkan, Indonesia berada pada urutan kesebelas dari 215 negara dunia terkait capaian vaksinasi COVID-19, dengan cakupan 42 juta dosis. Ia pun meminta agar vaksinasi terus diakselarasi sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
- Hadirkan Semangat Baru Bagi Warga Terdampak Banjir, PLN UP3 Gorontalo Salurkan 535 Paket Sembako di Lima Desa di Gorontalo Utara
- Semangat Hari Lahir Pancasila, PLN UP3 Kotamobagu Salurkan 150 Paket Sembako untuk Masyarakat Miskin Ekstrem di Bolaang Mongondow Utara
- Gubernur Yulius Ajak Warga Jaga Kelestarian Lingkungan Demi Masa Depan Generasi Mendatang
“Sekarang tidak ada tawar-menawar, saya sudah sampaikan satu juta [dosis di bulan Juli] harus! Agustus, dua juta (dosis) harus! Karena kunci dari pemulihan ekonomi adalah urusan COVID-19 ini harus bisa kita selesaikan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kepala Negara menyampaikan, pihaknya juga telah menetapkan target vaksinasi nasional hingga akhir tahun, yaitu 34 juta dosis di bulan Juli, 43,7 juta (Agustus), 53 juta (September), 84,1 juta (Oktober), 80,9 juta (November), dan 71,7 juta dosis di bulan Desember.
Presiden optimistis target tersebut dapat tercapai selama pasokan vaksinnya dapat terus terjaga. “Memang ini target yang tidak kecil, tetapi kemarin setelah kita coba sehari bisa 1,3 juta, saya meyakini, meningkatkan menjadi angka 2,5 juta itu bukan sebuah hal yang sulit. Asal, satu kuncinya, vaksinnya ada,” pungkasnya. (*/RS)






