Jakarta-Presiden Prabowo Subianto mengoreksi istilah uang lelah untuk prajurit TNI yang menangani bencana. Prabowo mengatakan istilah yang harus digunakan adalah uang semangat, sebab menurutnya, prajurit tak boleh lelah.
Hal ini dikatakan Presiden dalam rapat koordinasi yang dipimpin Prabowo di Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1) bersama jajaran kabinet usai meninjau hunian sementara untuk korban bencana.
“Kalau tentara jangan uang lelah ya, karena tentara gak boleh lelah,” kata Prabowo.
Prabowo mengatakan uang tersebut adalah uang semangat. Prabowo menekankan prajurit TNI tak boleh lelah.
- Jelang HUT RI ke-81: Bentangkan Kabel Laut 1,95 KMS, PLN Nyalakan Listrik Perdana di Pulau Dudepo dan Tuntaskan 100 Persen Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo
- Diapkan Jadi Ahli Metalurgi, Bupati Delis Antar 10 Putra-Putri Terbaik Morut ke ITD Sumut
- Sekwan Niklas Silangen Menghadiri Acara Pelantikan Dan Pengambilan Janji Jabatan Tinggi Pratama Di Lingkungan Pemprov Sulut : Turut Berikan Ucapan Selamat
“Uang semangat, tidak mengenal lelah,” kata Prabowo.
Prabowo mengatakan TNI harus berbakti kepada bangsa. Prabowo kemudian meminta Suharyanto melanjutkan pemaparannya.
“Tidak mengenal lelah, berbakti kepada negara dan bangsa. Oke, lanjut,” kata Prabowo.
Sementara itu Kepala BNPB Suharyanto mengatakan perbaikan jembatan dibiayai oleh BNPB. Dia menyebutkan BNPB bekerja lebih dulu baru melaporkan anggaran yang dikeluarkan dalam penanganan bencana.
“Kemudian, untuk kebutuhan jembatan dan sebagainya, jembatan gantung semuanya dibiayai oleh pemerintah lewat BNPB. Memang mekanismenya BNPB itu bekerja dulu, Bapak, setelah diaudit, nanti yang dikeluarkan itu ditagihkan, begitu, Bapak. Kemudian kami audit BPKP, berapa jumlahnya itu baru dimintakan ke Kementerian Keuangan,” pungkasnya. (*/nav)








