Manado – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Manado, memasang police line (garis polisi) di nozzel jenis solar yang berada di Stasiun Bahan Bakar Umum (SPBU) Malalayang Dua Kecamatan Malalayang. Kamis (16/6) kemarin.
Pemberian garis polisi tersebut, setelah sebelumnya penangkapan terhadap dua mobil truk yang mengisi bahan bakar jenis solar bersubsidi ke tangki yang sudah di modifikasi.
“Kami tidak akan main-main terhadap permainan pihak SPBU dan mafia mafia solar apabila kedapatan maka langsung pasang garis polisi “Police Line”, ujar Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Taufiq Arifin S.Hut S.I.K.
Mantan Kasat Reskrim Polres Bitung ini juga telah memerintah kepada Kanit Unit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) yakni Iptu Marudut Pasaribu S,sos untuk memantau dan mengawasi setiap aktifitas di semua SPBU yang berada di wilayah hukum Polresta Manado.
- Wali Kota Caroll Senduk Pimpin Apel Gelar Pasukan, Pastikan Kesiapan Pengamanan TIFF 2026
- Wali Kota Caroll Senduk dan Wakil Wali Kota Sendy Rumajar Audiensi dengan Kajati Sulut, Perkuat Dukungan untuk Sukseskan TIFF 2026
- Jelang HUT RI ke-81: Bentangkan Kabel Laut 1,95 KMS, PLN Nyalakan Listrik Perdana di Pulau Dudepo dan Tuntaskan 100 Persen Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo
“Saya tidak main-main, apabila ada kedapatan SPBU yang melayani para mafia mafia solar yang ingin mengisi BBM dengan tangki modifikasi, maka akan langsung dipasang garis polisi,” tegasnya.
Ditambahkan, saat ini di wilayah Kota Manado, masyarakat susah untuk mendapatkan BBM jenis solar, sehingga jangan sampai ditambah sulit lagi dengan melakukan kerja sama dengan para mafia mafia solar.
“Saat ini BBM agak susah, jadi para pemilik SPBU jangan sampai ada bermain dengan para mafia solar dan merugikan masyarakat, saya tidak main-main bila ketahuan langsung tutup dan pasang garis polisi,” pungkasnya. (Dwi)








