Morut – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Morowali Utara (Morut) bersama aparat kepolisian dan sejumlah instansi terkait menyiapkan langkah antisipatif menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Sebanyak 221 Personel gabungan disiagakan melalui Operasi Ketupat Tinombala 2026, untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran di wilayah tersebut.
Kesiapan pengamanan itu dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral yang digelar di Ruang Rapat Utama Polres Morut, Rabu (11/03/2026).
Rakor tersebut dihadiri Bupati Morut, Dr dr Delis Julkarson Hehi MARS, Kapolres Morut, AKBP Reza Khomeini SIK, serta Anggota DPRD Morut, Arman Purnama Marunduh, bersama unsur TNI, Instansi Vertikal, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Kapolres Morut, Reza Khomeini, mengatakan, operasi pengamanan Lebaran tahun ini akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 – 25 Maret 2026.
“Operasi ini melibatkan 221 personel gabungan terdiri dari 98 Personel Polres Morut, 24 Personel TNI, serta 99 Personel dari berbagai instansi terkait,” ujar mantan Kasat Lantas Polres Morowali itu.
Kata dia, pengamanan akan diperkuat dengan pendirian enam posko pengamanan dan pelayanan yang ditempatkan di sejumlah titik strategis di wilayah bumi tepo asa aroa tercinta.
Posko tersebut terdiri atas satu Pos Pengamanan (Pospam), tiga Pos Pelayanan (Posyan), serta dua Pos Terpadu yang menyediakan layanan terpadu bagi masyarakat, mulai dari informasi perjalanan, bantuan kesehatan, hingga tempat istirahat bagi pemudik.
Selain mengatur arus lalu lintas, aparat juga akan memperketat pengamanan di lokasi dengan mobilitas tinggi seperti pelabuhan penyeberangan, pusat perbelanjaan, tempat wisata, serta area pelaksanaan sholat Ied.
Sementara itu, Bupati Morut, Delis, menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dan merayakan Idul fitri dengan aman serta nyaman.
Ia meminta Dinas terkait, untuk memperkuat pengawasan terhadap stabilitas harga bahan pokok selama Ramadhan hingga menjelang Lebaran.
” Pemda harus memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil, sehingga masyarakat bisa menjalankan bulan suci Ramadhan dan merayakan Lebaran tanpa tekanan ekonomi yang berlebihan,” kata Delis.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pemeriksaan kelayakan transportasi darat dan laut guna meminimalkan risiko kecelakaan selama periode mudik.
Menurut Delis, Pemda juga telah menyiapkan alat berat untuk mengantisipasi potensi bencana seperti longsor di jalur transportasi utama yang kerap dilalui masyarakat.
Sementara itu, Anggota DPRD Morut, Arman Purnama Marunduh, sangat mengapresiasi langkah koordinasi yang dilakukan sejak dini.
Ia menilai kesiapan lintas sektor menjadi kunci penting, untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun kendala transportasi selama perayaan Idul fitri.
“Dengan koordinasi yang baik antara Pemda, aparat keamanan, dan seluruh instansi terkait, kita berharap masyarakat bisa merayakan Lebaran dengan aman, tertib, dan kondusif,” ujarnya.
Rangkaian rakor lintas sektoral itu, diakhiri dengan buka (bukber) puasa yang diikuti jajaran Pemda, aparat keamanan, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Suasana kebersamaan tersebut, menjadi simbol penguatan sinergi antar instansi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama Ramadhan hingga perayaan Idul Fitri di daerah ini.(*)









