Minahasa – Polres Minahasa melalui Tim Resnarkoba kembali berhasil mengamankan 2.530 Obat Keras Jenis Trihexypenidyl tanpa ijin di tangan kurir berinisial EM, Rabu (18/1/2023).
Kasatresnarkoba AKP Wensy Herbel Saerang, SE kepada wartawan menyampaikan kronologi kejadian ketika mendapat informasi timnya langsung bergerak
Bahwa akan ada pengiriman Obat Jenis Trihexypenidyl tanpa ijin edar lewat jasa pengiriman J&T Tondano.
“Kurir EM setelah beberapa saat dia mengambil paket Obat Keras Jenis Trihexypenidyl tersebut di Kantor J&T Tondano, dan melakukan penyerahan Obat Keras Tersebut kepada Amelia,” ungkap Wensy.
- Reses Irene Golda Pinontoan Perkuat Sinergi Pemerintah dan Masyarakat untuk Mendorong Pembangunan Kota Manado
- Reses Vionita Kuera di Kampung Kawahang, Perkuat Sinergi Masyarakat dan Pemerintah untuk Percepatan Pembangunan Kepulauan
- Gelar Reses II Tahun 2026, Ini Aspirasi yang Dijaring Anggota DPRD Provinsi Sulut
Lanjut Wensy kami tim segera dilakukan penggeledahan dan penyitaan barang bukti Obat keras jenis Trihexypenidyl sebanyak 2.530 tablet/butir tanpa di dukung dokumen
“Kami juga amankan dua unit handphone merek Samsung type Galaxi A20s warna biru dan Oppo A377s warna hitam,” tuturnya.
Lebih lanjut Wensy menyampaikan, menurut pengakuan EM, Obat tersebut sebelumnya dipesan online oleh NW alias Gars salah satu Terpidana di Lapas Klas II B Tondano.
EM, kata dia, mengambil paket kiriman Obat Keras di Kantor J&T Tondano atas perintah NW alias Gars, untuk dijual dan di edarkan.
Pelaku bersama barang bukti sudah di Mako polres Minahasa bidang Satres Narkoba guna penyelidikan lebih lanjut,” tukas Kasatresnarkoba AKP Wensy Herbel Saerang, SE. (Ronny*)








