Tahuna – Pasca Bencana yang terjadi dikabupaten kepulauan Sangihe pada tanggal 11 dan 25 januari 2023 lalu, yang berdampak bagi 488 keluarga di dua kecamatan.
Penjabat Bupati kabupaten kepulauan Sangihe dr Rinny Tamuntuan sebagai Pimpinan Pemerintahan tidak tinggal diam, Segerah melakukan upaya penanganan pasca bencana termasuk kucuran dana bantuan yang melibatkan pemerintah provinsi dan Pusat.
” Setelah mendapat gambaran kondisi bencana saya segera melaporkan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara kepada Bapak Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven O.E Kandouw hingga Kurang lebih dua minggu laporan Pemerintah Daerah langsung di tindak lanjuti Pemerintah Provinsi dan Badan Penanggulangan Bencana Nasional ” Ungkap Tamuntuan.
Lanjut Tamuntuan menjelaskan Wujud Perhatian dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara adalah melalui kucuran dana operasional berjumlah Rp500,000,000 dan bantuan logistic siap pakai sebanyak Rp 250,000,000 dan selimut 1,000 pcs, matras juga, kebutuhan sehari-hari sebanyak 2,000 pcs.
” Ini berkat Sinergitas antara Pemerintah Daerah, Provinsi dan Pusat atas bencana yang terjadi di wilayah Kabupaten Sangihe yang terjadi dikampung Laine, Kawaluso, Kaluwatu dan Dagho “Jelas Tamuntuan.
Tamuntuan juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan apalagi di aliran sungai, di pinggiran pantai, dan menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari sumber penyakit.
Sebelumnya dalam laporan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sangihe Wandu C.C.Labesi Jumat (24/2/23) di lokasi bencana kampung Laine kecamatan Manganitu selatan menuturkan
untuk bantuan logistik dan peralatan ini akan di serahkan secara simbolis oleh Penjabat Bupati Sangihe kepada 5 orang perwakilan dan Kapitalaung Laine berupa 1 mesin alkon dan tenda keluarga.
” Kemudian sehubungan dengan pemulihan kondisi tanggap darurat kami akan melaksanakan kerja bakti yang melibatkan personil sebagai berikut: dari Kodim 1301 berjumlah 20 personil, Polres Sangihe 15 personil dan 26 personil dari BPBD di tambah masyarakat yang ada di Kampung Laine ” Tutur Wandu.
Labesi juga menambahkan adanya kegiatan kerja bakti ini adalah untuk normalisasi sungai dengan menggunakan alat berat dan membantu pembangunan dua rumah masyarakat yang rusak berat akibat bencana. (Yoss)












