Bolmong-Tawuran antar kampung (Tarkam) yang terjadi di wilayah Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) antara Desa Tambun dan Imandi, Kecamatan Dumoga Timur mendapatkan perhatian Pemerintah setempat.
Pertikaian yang telah memakan korban jiwa itu, memaksa pemerintah daerah harus turun tangan meredam konflik yang terjadi.
Informasi yang dirangkum dari berbagai sumber, bentrok dua kampung tersebut pecah karena dipicu adanya seorang warga Desa Imandi yang tewas dianiaya menggunakan senjata tajam.
Diketahui, Vicky Terok (19), warga Desa Imandi tewas ditikam oleh terduga pelaku berinisial JR (21) yang merupakan warga Desa Pinonobatuan (Tambun). Penikaman itu terjadi saat keduanya sedang pesta Miras pada Minggu (23/7/2023). Polres Bolmong pun telah menangkap pelaku dan telah diamankan.
- Bupati FDW Bersama Forkopimda Hadiri Ibadah Pemakaman Almarhum Farry Repi dari Keluarga Repi-Sangkoy di Ranomea
- “Viral Baliho Osco Kuasai Ruas Jalan Tomohon, Juru Bicara: Murni Dukung TIFF 2026, Bukan Agenda Politik”
- DPD LPM Kota Tomohon Dukung Pergelaran Seni Budaya, Siap Jadikan Menara Alfa Omega Panggung Kreativitas Seniman Lokal
Penjabat Bupati Bolmong Ir. Limi Mokodompit,MM, bersama Kapolres Bolmong AKBP Arianto Salkery, Selesa (25/07/2023) turun langsung ke lokasi menyambangi salah satu rumah korban pertikaian.
Di depan warga desa, Bupati Limi menyampaikan agar konflik harus di akhiri dan serahkan segalanya kepada aparat penegak hukum.
“Kepada seluruh warga Imandi dan Tambun, khususnya para orang tua saya, adik-adik saya, anak-anak saya, marilah masalah ini kita serahkan kepada aparat penegak hukum. Pelaku telah ditangkap, biarlah dia menjalani hukuman sesuai perbuatannya.”himbaunya.
Bupati Limi mengungkapkan pemerintah sangat prihatin atas kejadian ini.
“Konflik ini tidak akan memberikan manfaat. Akan membuat kita makin susah dan akan menambah jatuhnya korban jiwa. Pemerintah tidak ingin ini terjadi.”ucapnya
Ia menegaskan pihak Kepolisian dari Polres Bolmong akan bertindak seadil-adilnya dan sebaik-baiknya sebagai pelindung serta pengayom masyarakat.
“Pihak Kepolisian tidak akan membiarkan konflik ini terus terjadi. Siapapun yang salah akan menjalani hukuman sesuai perbuatannya,” tegasnya. (*/Wdr)






