Tomohon-Dalam menyikapi persoalan alokasi pupuk bersubsidi tahun 2024 ini, Pemkot Tomohon masih menunggu revisi Permentan Nomor 10 yang direncanakan bulan April 2024 mendatang.
Demikian di katakan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Daerah Kota Tomohon, Karel Lala, merespon Permasalahan pupuk bersubsidi, Jumat (1/3/2024).
Dijelaskannya, hal itu sesuai hasil konsultasi dengan Ditjen PSP Kementerian Pertanian untuk alokasi pupuk bersubsidi di Kota Tomohon.
Dikatakan Lala, untuk musim tanam saat ini petani diarahkan untuk menggunakan pupuk organik.
- Wali Kota Caroll Senduk Pimpin Apel Gelar Pasukan, Pastikan Kesiapan Pengamanan TIFF 2026
- Wali Kota Caroll Senduk dan Wakil Wali Kota Sendy Rumajar Audiensi dengan Kajati Sulut, Perkuat Dukungan untuk Sukseskan TIFF 2026
- Jelang HUT RI ke-81: Bentangkan Kabel Laut 1,95 KMS, PLN Nyalakan Listrik Perdana di Pulau Dudepo dan Tuntaskan 100 Persen Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo
“Karena pupuk organik sangat bermanfaat bagi peningkatan produksi pertanian baik kualitas maupun kuantitas, mengurangi pencemaran lingkungan, dan meningkatkan kualitas lahan secara berkelanjutan. Penggunaan pupuk organik dalam jangka panjang dapat meningkatkan produktivitas lahan dan dapat mencegah degradasi lahan,” ucapnya.
Lanjutnya, saat ini pihak Dinas Pertanian dan Perikanan Daerah Kota Tomohon sedang melaksanakan verifikasi dan validasi data e-RDKK sesuai surat dari Ditjen PSP Kementerian Pertanian.
“Untuk itu diharapkan petani bersabar dan bulan April alokasi pupuk bersubsidi untuk Kota Tomohon akan terealisasi. Gunakan dulu pupuk organik yang tersedia saat ini untuk segera kejar tanam. Petani tak perlu khawatir, pemerintah pastikan memihak petani, terutama dalam pemenuhan pupuk subsidi,” pungkasnya. (*/Bert)








