MORUT-Sabtul 5 Desember 2020 tepatnya di Desa Ronta, Kecamatan Lembo Raya, Morowali Utara, adalah hari terakhir pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Morut Dr.dr Delis – H. Djira K melaksanakan Kampanye terbatas Pilkada Morut.
“Sudah berulang-berulang kali saya sampaikan kepada teman- teman media Morut, mohon bantuanya untuk ikut mengawasi pratik Politik Uang karena praktik ini bagi pasangan calon yang melakukan praktik ini untuk merebut kekuasaan, sudah jelas tidak memiliki niat baik untuk membangun Daerah ini ke depan,” ujar Delis dan Djira dalam jumpa Pers di Desa Ronta, Sabtu (05/12/2020) petang.
Dalam jumpa Pers yang dipandu penanggung jawab Media Center Delis dan Djira, Rolex Malaha dan Alfred Lande itu, wartawan bertanya kepada Delis mengenai isu praktik Politik Uang yang bukan lagi menjadi ‘rahasia umum’ akhir-akhir ini.
Dalam Kampanye terakhir hadir pula para pemimpin Partai Politik pengusung dan juga disambut dengan tarian Lumoli, Cakalele, dan tarian Kuda Lumping. Toraja, dan Bali.
“Sikap kami adalah menolak Politik Uang. Kenapa? Karena praktik ini selain merusak Daerah ke depan, juga merupakan tindakan pelecehan dan penghinaan kepada warga masyarat, khususnya para pemilih,” ujarnya.
Ia memberi contoh, seandainya seorang pemilih ‘dibeli’ suaranya dengan uang Rp200.000, itu berarti untuk masa Pemerintahan tiga tahun delan bulan, pemilih ini mendapatkan sekitar Rp140/hari. Ini kan pelecehan sekali,” katanya.
Karena itu, kata Delis pada acara yang dihadiri istrinya Febrianty Hongkiriwang itu, mengaku dirinya bahkan tidak memberikan uang transport dalam jumlah tertentu kepada peserta Kampanye, sekalipun hal itu diizinkan oleh aturan.
Untuk ikut memantau praktik Politik Uang ini, Tim Delis-Djira telah membentuk Satgas Anti Politik Uang yang sedang dan akan bekerja memantau perbuatan itu.
“Kami juga akan memberikan ‘reward’ (hadiah) kepada warga yang menerima uang untuk memilih paslon tertentu dan melaporkan hal itu kepada Satgas Anti Politik Uang Delis-Djira, berupa penggantian 10 kali lipat dari nilai uang tersebut dan akan mendampinginya bila terlibat dalam urusan hukum karena laporan itu,” ujarnya.
Kepada para Jurnalis, Tim Delis-Djira mengucapkan terima kasih atas dukungan media dalam mengsialisasikan aktivitas Kampanye selama ini, dan menyatakan bahwa hubungan kerja sama yang produktif dengan kalangan media dan Jurnalis ini akan terus dipelihara.
Dan akan terus dilakukan bila Delis-Djira terpilih menjadi Bupati dan wakil Bupati memimpin Daerah ini ke depan.
Dr.dr Delis dan H. Djira juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyakat Morowali Utara seandanya ada tutur kata dan ada tim Partai koalisi, Partai pendukung dan tim DIA lainnya, yang melakukan kesalahan selama kegiatan Kampanye terbatas.
“Sekali lagi kami mohon maaf yang sebesar-sebesarnya kami hanya manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan kesalahan,, ” harapnya.
Dr.dr Delis dan H. Djira juga berharap pada 9 Desember 2020 agar warga masyarakat Morut untuk memilih pemimpin yang betul betul pro rakyat.
UCAPAN HARU DELIS
Kampanye tatap muka putaran terakhir Paslon DIA di Desa Ronta penuh campur aduk, pernyataan itu disampaikan oleh Dr.dr Delis Julkarson Hehi MARS dalam konferensi persnya.
Dia mengatakan, saya memohon maaf apabila selama masa Kampanye ada salah kata atau tindakan kami mohon dimaafkan.
“Saya senang dan terharu dengan melihat antusias saudara – saudara kami dengan membawa bekal sendiri dan ini menunjukan bahwa masyarakat Morowali Utara menginginkan Morut sehat, cerdas, sejahtera,” ucapnya.
Hal ini menandakan bahwa hati nurani masyarakat tidak akan kalah dengan Politik Uang yang akan memperbodohi masyarakat.
Kampanye tersebut dihadiri oleh seluruh pimpinan Partai pengusung maupun Partai pendukung tanpa terkecuali, disambut dengan 4 tarian adat Kampanye tersebut menjadi kampanye paling meriah.
Terpantau juga disekitar lokasi kampanye dikawal oleh Polri, Linmas, serta unsur keamanan atau sukarelawan dari kandidat.(Johnny)














