Gorontalo-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo, Thomas Mopili, menghadiri upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar secara khidmat pada Senin (02/06/2025) pagi.
Bertempat di halaman Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Gorontalo,upacara ini mengusung tema nasional “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya”.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, bertindak sebagai inspektur upacara, dan diikuti berbagai unsur mulai dari TNI/Polri, Basarnas, ASN Provinsi Gorontalo, siswa-siswi SMA se-Kota Gorontalo, hingga jajaran pimpinan OPD dan Forkopimda.
Dalam momen bersejarah ini, Ketua DPRD Thomas Mopili menegaskan pentingnya penguatan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
- Semarakkan HUT RI ke-81 dan Berkah Maulid 2026, YBM PLN UP3 Tolitoli Gandeng IDI dan Lanal Gelar Khitanan Sehat Ceria untuk 79 Anak di Galang
- Dukung Pariwisata Global, PLN Siagakan Personel dan Backup Kelistrikan Berlapis di Likupang Tourism Festival 2026
- Penutupan Latsar Yantek Batch 1, PLN UP3 Tahuna Dorong Petugas Semakin Tangguh dan Profesional
“Hari lahir pancasila setidaknya menjadi momentum titik bangkit semagat anak bangsa Indonesia. Hari lahirnya tak sekadar dimaknai sebagai acara seremonial, tetapi memaknai pancasila yang telah dijadikan oleh para pendiri bangsa ini landasan ideologi itu menjadi panduan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Thomas.
Thomas mengatakan, semua yang terkandung dalam pancasila dapat dijewantahkan atau diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Dalam peringatan hari lahir pancasila kali ini, saya mengajak kita semua memegang teguh nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila dapat kita implemntasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk menuju kemajuan indonesia umumnya dan daerah yang kita cintai ini pada khususnya,” pinta Thomas.
Dia menekankan sikap toleransi antara sesama senantiasa terjaga dan ditingkatkan, menghindarkan diri dari ujaran-ujaran kebohongan (hoax), ujaran-ujaran kebencian (hate speech) yang dapat merusak tatanan kehidupan bangsa Indonesia.
“Dimana-mana masih terjadi tawuran antar pelajar, serta kejadian-kejadian lainnya yang bisa merugikan kita semua. Pemandangan ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai pancasila mulai tergerus telah diabaikan. Nah, mudah mudahan ini terdengar oleh semua elemen bangsa dan daerah, bahwa momentum kali ini adalah titik bangkit yang baru bagi bangsa Indonesia khususnya para pemuda Gorontalo,” tandas Thomas. *







