Perekrutan Guru Sangihe Mengajar Dibuka 31 Maret Hingga 7 April 2023

Tahuna – Pemerintah Kabupaten kepulauan Sangihe melalui Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Daerah (Dikbudda) Sangihe Drs. Djoli Mandak Mpd, menerbitkan Surat  nomor : 800/288/15/III/2003 tertanggal 30 Maret 2023 yang isinya,  membuka rekrutmen GSM untuk tahun 2023 dengan keperluan  120 orang guru,masing-masing untuk Guru SD 60 orang dan Guru SMP 60 orang.

Saat dikomfirmasi awak media,  Mandak membenarkan pihaknya telah membuka tahapan perekrutan GSM tahun 2023.  “Sudah dibuka, hari ini proses rekrutmen GSM. Selain untuk memenuhi kebutuhan guru, ini juga untuk menampung angkatan kerja, khususnya para guru muda yang belum terakomodir baik melalui jalur ASN maupun PPPK ” Jelas Mandak.

Menurutnya, jalur pengabdian Sangihe mengajar ini bisa jadi alternatif bagi  para lulusan Perguruan Tinggi yang bertujuan untuk mengabdikan dirinya di dunia pendidikan khususnya bagi  kabupaten kepulauan Sangihe. “Perekrutan ini didasari kebutuhan untuk pemenuhan tenaga guru di sejumlah sekolah,  yang  kenyataannya memang masih kekurangan dan sangat membutuhkan ” ungkap Mandak.

Rekrutmen GSM tahun 2023 ini yang dibuka sejak 31 maret 2023 sampai dengan 7 April 2023 ini,  dikhususkan bagi, guru SD dan SMP. Masing – masing untuk guru dengan jenjang strata 1 PGSD, Penjaskes, Pendidikan Agama Kristen dan Islam, Pendidikan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, IPA, IPS, Matematika, PKN dan Pendidikan Seni Budaya dengan total kebutuhan sebanyak 120 orang.

Dengan persyaratan  antara lain, WNI dan berdomisili di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe, usia antara 25 – 45 tahun, memasukan surat lamaran dan melengkapi berkas, diantaranya, foto copy KTP, Ijazah S1 dan Transkrip nilai dari perguruan tinggi yang terakreditasi, surat keterangan berbadan sehat, pas foto terbaru ukuran 3×4 serta surat pernyataan bersedia dan sanggup melaksanakan tugas diwilayah kepulauan Sangihe yang ditentukan oleh Dinas Dikbudda.

Kadis Djoli Mandak berharap dengam dilaksanakannya perekrutan GSM ini dapat menjawab kekurangan tenaga pendidik di kabupaten kepulauan Sangihe.(Yoss)

Loading