MANADO – Kota Manado tak akan luput dari masalah banjir dan sampah. kondisi Kota Manado yang ‘dikepung’ 8 daerah aliran sungai (DAS), yakni sungai Tondano, Kima, Maasing, Bailang, Malalayang, Kalasey, Sario, dan Tikala.
Hal itu di katakan Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Manado, Dr Liny Tambajong (Kaban Liny) belum lama ini.
Menurutnya, Pemkot Manado harus terus melakukan berbagai upaya berupa inisiatif Pemkot Manado sendiri, kerjasama dengan pihak lain, hingga meminta bantuan pemerintah pusat, untuk menyelamatkan sungai di Manado.
“Pembangunan tanggul di Sungai Tondano sudah memberi dampak positif yang besar bagi Manado. Bencana awal Februari baru-baru, wilayah Mahakam sudah tak kebanjiran lagi, yang biasanya diakibatkan luapan air karena penyempitan sungai,” ujar Kaban Liny.
- Wabub Tendris Bulahari Hadiri Perayaan HUT Ke – 168 Jemaat Gmist Sion Sawang Jauh Kecamatan Tabukan Utara
- TPID Sulut Gelar Gerakan Pangan Murah di Kotamobagu, Harga Cabe Rawit di Jual Rp.57 Ribu Per Kilogram
- Pemerintahan AARS Lagi-lagi Tuai Prestasi Nasional, Manado Juara II Kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah
Dikatakan Kaban Liny, Pemkot Manado akan melakukan pembebasan lahan yang lebih banyak karena sudah ada perencanaan penataan kawasan di sepanjang aliran sungai. “Upaya-upaya yang kita lakukan adalah untuk mewujudkan Manado menuju kota ramah air,” ujar Kaban Liny. (*)





