Pemkab Pohuwato Berhasil Turunkan Angka Stunting

Pohuwato – Wakil Bupati Pohuwato Suharsi Igirisa mengakui bahwa sejak tahun 2017, Kabupaten Pohuwato dinyatakan oleh Pemerintah Pusat sebagai salah satu daerah lokus stunting di Indonesia. Hal itu disebabkan oleh karena pohuwato termasuk salah satu daerah dengan kasus stunting yang cukup tinggi.

Berdasarkan hal itu, maka sejak tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Pohuwato secara intensif terus menggalakkan program strategis percepatan penurunan stunting yang berbasis partisipatif dan kolaboratif.

Hal itu dikemukakan Wabup Suharsi sesaat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana tahun 2023 yang dilaksanakan oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo di Puri Manggis Hotel Aston Kota Gorontalo, Rabu (15/02/2023).

Dijelaskannya, sebagai salah satu daerah yang dinyatakan oleh pemerintah pusat sebagai daerah dengan kasus stunting sangat tinggi sekitar 34,6 persen pada tahun 2017. Maka sejak era kepemimpinan Bupati Saipul Mbuinga dan Wabup Suharsi Igirisa (SMS) tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Pohuwato mulai melakukan berbagai terobosan percepatan penurunan stunting yang terintegrasi yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari OPD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan elemen masyarakat lainnya.

Alhamdulillah berbagai upaya dan terobosan yang dilakukan oleh pemerintah daerah dalam 3 tahun terakhir ini ternyata membuahkan hasil. Dapat dilihat dari angka penurunan stunting di Kabupaten Pohuwato dari 34,6 persen pada 2017 tinggal 6,4 persen pada penghujung tahun 2022, dengan begitu penurunan stunting di pohuwato terbilang cukup tinggi yakni turun hingga 28 persen.

Keberhasilan tersebut kata Suharsi, tidak terlepas dari kerja keras seluruh elemen, mulai dari OPD, pemerintah kecamatan dan desa yang secara intens melakukan berbagai program dan kegiatan yang terkait dengan upaya penurunan stunting.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Pohuwato secara berkala terus melakukan evaluasi kinerja pemerintahannya terkait penurunan stunting, sehingga dapat segera diketahui berbagai kelemahan dan kendala di lapangan yang nantinya menjadi acuan untuk melakukan pembenahan, perbaikan dan inovasi baru terkait penurunan stunting.

“Sebut saja di Kecamatan Dengilo, khususnya di Desa Karangetan misalnya. Sebagai wilayah yang tertinggi kasus stuntingnya, pemerintah kecamatan dan desa melakukan inovasi membangun rumah gizi terintegrasi yang menjadi wadah bagi pemerintah melakukan penanganan stunting secara komprehensif.

Dimana setiap hari anak-anak yang menderita stunting dan kurang gizi mendapatkan penanganan berupa makanan tambahan dan aspek lainnya yang berhubungan dengan penanggulangan stunting di wilayah ini”,terangnya.

Selain Rumah Gizi, pemerintah daerah juga mencanangkan inovasi berupa Gerakan Orang Tua Asuh Atasi Stunting (GO TAAT), selanjutnya mencanangkan program Gerakan Kolaborasi Mengentaskan dan Mencegah Anak Stunting (GERBOS EMAS), inovasi GEBYAR SMS Sehat, membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa/kelurahan.

Tidak hanya itu saja, pihaknya juga membentuk Tim Fasilitator Kecamatan Sehat dan masih banyak lagi program inovasi dan kegiatan yang berhasil dilakukan dalam 2 tahun Pemerintahan SMS, terutama yang terkait dengan program dan penurunan stunting di wilayah pohuwato.

Yang jelas menurut Wabup Suharsi Igirisa, Pemerintah Kabupaten Pohuwato akan terus berkomitmen untuk melakukan percepatan penurunan stunting melalui berbagai inovasi dan terobosan yang strategis dan tepat sasaran. (*)

Loading

Berita Terkini