Minut-Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) kembali mencatat prestasi gemilang dengan meraih opini kualitas tertinggi Kategori A dari Ombudsman Republik Indonesia Tahun 2024.
Dengan nilai 90,61, penghargaan ini menjadi bukti nyata keberhasilan kepemimpinan Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung (JGKWL) dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Minahasa Utara.
Penganugerahan predikat kepatuhan pelayanan publik ini berlangsung di Ball Room Luwansa Hotel, dibuka Gubernur Sulawesi Utara yang diwakili Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Provinsi Sulut, Dr. Denny Mangala. Jumat (6/12/2024)
Acara ini juga dihadiri Kepala Ombudsman Sulut, Meilany Fransiska Limpar, SH, MH, serta sejumlah pejabat lainnya.
- Ketua DPRD Sulut Andi Silangen Ucapkan Selamat Idul Adha 1447 H : Memaknai Momen Sebagai Sebagai Ajang Meningkatkan Keikhlasan Dan Pengorbanan
- Wawali Sendy Rumajar Hadiri Idul Adha di Masjid Al-Mujahidin, Pemkot Tomohon Serahkan Hewan Kurban Bantuan Presiden
- Wakil Bupati Tendris Bulahari Melepas Pawai Takbir Hari Raya Idhul Adha 1447 Hijriah
Bupati Minut Joune Ganda menyampaikan bahwa penghargaan ini adalah hasil kerja keras seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara sepanjang tahun 2024 dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Pencapaian ini memotivasi kami untuk terus berinovasi dan memastikan pelayanan publik di Minahasa Utara semakin berkualitas,” ujar Joune Ganda.
Penilaian oleh Ombudsman RI mencakup berbagai aspek, termasuk standar pelayanan, sistem informasi pelayanan publik, sarana dan prasarana, serta pengelolaan pengaduan. Adapun lokus penilaian mencakup sejumlah unit kerja strategis, seperti Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, serta Puskesmas Likupang dan Puskesmas Kauditan.
Prestasi ini semakin mengukuhkan Minahasa Utara sebagai salah satu daerah dengan komitmen tinggi terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik, sekaligus menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia. (*)






