Sulut – Mengawali pertemuan BI Kpw Sulut bersama para jurnalis ekonomi 2021 dalam acara Media Briefing Kondisi Makro Ekonomi Sulut 2020 bertempat di four Point salah hotel Manado, Kepala BI Kpw Sulut Arbonas Hutabarat mengungkapkan optimismenya bahwa Ekonomi Sulut akan tumbuh di angka 4 – 5% di 2021.
Tentu saja proyeksi pertumbuhan ekonomi diangka tersebut begitu mendasar dengan keseriusan pemerintah baik pusat maupun daerah termasuk sulut lewat program vaksinasi dan tetap seriusnya pemerintah menerapkan protokol kesehatan, dalam memulihkan perekonomian ditengah pandemi covid yang menunjukan kurva belum melandai.
Ada lima kebijakan yang direkomendasikan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut dalam upaya pemulihan ekonomi Sulut tahun 2021. ke lima sektor tersebut adalah, pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, informasi dan komunikasi.
“Kami berharap pemerintah harus membuka sektor sektor produktif yang bisa mendorong konsumsi dan permintaan, sektor yang bisa dibuka tersebut produktif tapi minim resiko covid-19”, harap Arbonas.
Kelima sektor itu, menurut pandangan BI, berkontribusi 49,22 persen di sisi tenaga kerja dan 49,44 persen ke Pertumbuhan Ekonomi (PE) atau PDRB Sulut.
“Yang perlu dipertimbangkan dengan matang sebelum dibuka misalnya sektor administrasi pemerintahan, perkantoran dan pertambangan karena rawan penyebaran covid – 19”, Tambah Arbonas.
Optimisme BI PE 2021 Sulut bisa mencapai angka 4 – 5%, lebih lanjut Arbonas menyampaikan adanya fakta trend ekonomi global yang menunjukan trend pertumbuhan yang positif negara negara Eropa, Amerika dan tiongkok paska dihantam pandemi covid – 19, terutama untuk transaksi eksport bahan bahan baku dari negara negara berkembang termasuk Indonesia khususnya Sulut sebagai pemasok bahan baku untuk pertanian dan perikanan dengan berbagai produk turunanya yang terus meng-indikasikan adanya peningkatan nilai ekspor Sulut.
“Pemerintahan daerah Sulut yang baru dibawah Pak Olly yang seorang praktisi ekonomi dan juga pernah diparlemen sebagai pembuat kebijakan, Pak Olly dan Pak Steven dan lain-lain, saya percaya ekonomi Sulut akan lebih baik, kemana ekonomi Sulut ini akan seperti apa lima tahun ke depan”, jelas Arbonas ketika ditanya para wartawan tentang pemerintahan Sulut yang baru terkait pertumbuhan ekonomi Sulut 2021.
“Indikatornya selama pemerintahan Olly – Steven, 5 tahun lalu pertumbuhan ekonomi Sulut cukup bagus bisa mencapai 5 – 7 %, kecuali PE 2020 karena Sulut juga menjadi daerah terdampak pandemi covid-19, yang mengakibatkan pertumbuhan ekonomi ikut minus tidak jauh berbeda dengan provinsi provinsi lain” Tutup Arbonas mengakhiri percakapannya. (Arum)








