Manado-Musim kemarau tahun 2023 ini telah berlangsung selama satu bulan terakhir. Dan diprediksi akan berlangsung hingga pertengahan September atau awal Oktober.
Hal ini berpotensi menimbulkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Sulawesi Utara (Sulut).
Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Steven Kandouw menyebutkan terkait musim kemarau yang berpotensi mengakibatkan Karhutla. Dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, termasuk untuk tidak membuang puntung rokok sembarang.
Juga sebisa mungkin menghemat penggunaan air, termasuk menampung sebanyak-banyaknya air ketika terjadi hujan.
- Akrab dan Penuh Rasa Syukur, Warga RT 04 Desa Lebak Anyar Gelar Syukuran Bersama Bhabinkamtibmas dan Tokoh Masyarakat
- Meriah dan Penuh Kehangatan, Warga RT 16 Lebak Anyar Gelar Lomba Pukul Plastik Peringati HUT ke-81 RI
- Piala Soeratin U-17 Perebutkan Trofi Gubernur Sulut, PSKT Tomohon Jadi Tuan Rumah
“Semua pihak termasuk masyarakat harus bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla, karena di musim kemarau saat ini sangat rawan terjadinya kebakaran,” jelas Wagub Kandouw,Kamis (24/8/2023).
Sisi lain, Steven Kandouw mengimbau agar masyarakat membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, karena musim kemarau panjang sebagai dampak dari El Nino akan mempengaruhi kondisi kesehatan manusia.
“Musim kemarau yang ekstrem akan berpengaruh pada daya tahan tubuh manusia. Jadi mari kita tingkatkan kebiasaan perilaku hidup bersih dan sehat,” katanya.
Wagub Kandouw juga menginstruksikan para pemangku kepentingan di jajaran Pemprov Sulut untuk mewaspadai setiap fenomena alam yang terjadi, seperti kualitas udara yang berdampak pada kesehatan masyarakat.
“Kita harus bersiaga penuh untuk mencegah dan mengantisipasi setiap fenomena yang terjadi. Sebab melakukan pencegahan itu jauh lebih baik dari pada mengobati,”Pungkas Wagub Kandouw. (*/J.M0)







