Morut-Peringatan Hari Bumi 2026 yang mengusung tema “Our Power, Our Planet” menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen terhadap pelestarian lingkungan. Di Kabupaten Morowali Utara (Morut), komitmen tersebut diwujudkan melalui aksi nyata berupa penghijauan dan bersih- bersih lingkungan.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Morut bersama sejumlah perusahaan dan komunitas lingkungan di Desa Tokonanaka, Kecamatan Bungku Utara, 18–19 April 2026.
Kolaborasi lintas sektor menjadi kekuatan utama dalam kegiatan ini. Selain Pemda, DLHD Morut menggandeng komunitas “Anak Alam Morowali” serta didukung oleh berbagai perusahaan, termasuk PT Gunbuster Nickel Industry (GNI). Sebanyak 25 peserta terlibat langsung dalam aksi yang bersifat partisipatif dan berorientasi pada dampak nyata.
Head Of HSE Corp PT GNI, Thomas Nicholas, menyampaikan, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian terhadap lingkungan yang bukan hanya merupakan tanggung jawab sosial, tetapi juga amanah yang harus dijaga bersama.
“Harapannya, langkah kecil yang kami lakukan hari ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi kelestarian bumi di masa yang akan datang,” ujarnya.
Ia menambahkan, bahwa momentum Hari Bumi ini menjadi pengingat pentingnya menjaga lingkungan, melalui berbagai inisiatif nyata yang menciptakan dampak yang lebih luas tidak hanya bagi perusahaan namun juga masyarakat.
“Kami percaya bahwa operasional yang baik harus sejalan dengan upaya menjaga keseimbangan alam,” tambahnya lagi.
Sementara itu, Kepala DLHD Morut, Ir Syarifudin, ST MT, menyampaikan, apresiasi atas keterlibatan sektor swasta dalam kegiatan tersebut.
“Pemda Morut, sangat berterima kasih dan mengapresiasi partisipasi PT GNI dan beberapa perusahaan lainnya dalam pelaksanaan peringatan Hari Bumi, melalui penanaman pohon produktif dan aksi bersih sampah plastik. Ini menunjukkan adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah dan pihak perusahaan dalam upaya pelestarian lingkungan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, bahwa peringatan Hari Bumi tahun ini memiliki tujuan strategis dalam membangun kesadaran bersama.
” Pelaksanaan kegiatan Hari Bumi kali ini bertujuan meningkatkan kesadaran komunitas lingkungan, pihak swasta, dan masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan. Selain itu, penanaman pohon produktif ini tidak hanya berfungsi sebagai penghijauan, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya di Pulau Tokonanaka,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 50 pohon produktif ditanam, terdiri dari durian lokal, alpukat, dan langsat. Pemilihan jenis tanaman ini didasarkan pada dua manfaat utama, yakni sebagai upaya penghijauan sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat di masa mendatang.
Pendekatan ini sejalan dengan konsep agroforestri, yang mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui hasil panen berkelanjutan.
Selain penanaman pohon, kegiatan juga diisi dengan aksi bersih sampah plastik di kawasan pantai Pulau Tokonanaka. Aksi ini menjadi langkah konkret dalam mengurangi pencemaran laut sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah, terutama plastik yang menjadi ancaman serius bagi ekosistem pesisir.
Melalui kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, diharapkan upaya pelestarian lingkungan di Morut dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi generasi mendatang. (*)








