oleh

Mengenai Ekspansi PT MSM/TTN, Billy Minta Pemerintah Cari Solusi Agar Masyarakat Mendapatkan Keadilan

Bitung, Redaksisulut – Informasi mengenai rencana ekspansi perusahaan tambang emas PT Meares Soputan Mining (PT MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (PT TTN) dibawah manajemen PT Archi Indonesia Tbk, mulai jelas.

Baca juga : https://redaksisulut.com/inyo-ekspansi-pt-msm-ttn-di-ranowulu-akan-jadi-atau-tidak-tergantung-pemerintah/

Pasalnya dari informasi salah satu sumber internal PT MSM/TTN, petinggi di PT Archi Indonesia Tbk, melakukan pertemuan internal bersama Pemerintah Kota Bitung, pada hari Kamis 28 Oktober 2021 dimana, Wakil Direktur Utama PT Archi Indonesia Tbk, Rudy Suhendra bertemu dengan Walikota Bitung, Maurits Mantiri di Rumah Dinas Walikota.

Dari pertemuan tersebut, kuat dugaan terkait rencana ekspansi wilayah pertambangan emas PT MSM/TTN di Kelurahan Pinasungkulan dan sekitarnya.

Sementara itu, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekda Pemkot Bitung, Albert Sergius Palengkahu, saat di konfirmasi beberapa waktu lalu membenarkan akan adanya pertemuan tersebut.

“Untuk pertemuan tersebut, saya tidak tahu persis mengenai pembicaraan apa, intinya kedatangan Pak Rudy hanya kunjungan kerja dan silaturahmi saja dengan Pak Wali Kota Bitung. Soal apa yang mereka bicarakan, saya tidak tahu persis”. Katanya.

Menanggapi hal ini, salah satu Aktivis Lingkungan, Billy Ladi kembali menyampaikan bahwa, mengenai isu ekspansi PT. MSM di Kelurahan Pinasungkulan, muncul pertanyaan, apakah ada penolakan dari warga? Atau mayoritas warga sepakat untuk menjual dan siap untuk dipindahkan? Ini juga harus ditelusuri, bagaimana respon masyarakat di sana.

“Bila melihat dari perspektif lingkungan dan hak asasi manusia, persolan yang terjadi di Kelurahan Pinasungkulan merupakan persoalan serius. Apabila perusahaan masuk nantinya, pasti akan ada pembebasan lahan di hutan-hutan yang selama ini menjadi daerah resapan air ketika terjadi curah hujan yang lebat. Ini akan menjadi persoalan baru bagi kita semua ketika hutan-hutan mulai digantikan perannya oleh perusahaan pertambangan”. Katanya.

Lanjutnya bahwa, hal ini sudah menjadi keharusan bagi Negara dalam hal ini Pemerintah untuk bisa mencari solusi agar dapat menghasilkan keadilan bagi masyarakat dan lingkungan dan bukan semata-mata hanya untuk kepentingan korporasi.

“Karena hak setiap orang atas hidup sejahtera lahir batin, bertempat tinggal, serta mendapatkan lingkungan hidup yang bersih dan sehat adalah bagian dari hak asasi manusia(HAM), dan Indonesia sebagai negara hukum, wajib melakukan pemenuhan HAM bagi warganya”. Kata Billy.

Seraya menyampaikan bahwa, Bencana-bencana ekologis yang terjadi hari ini harusnya menjadi tamparan keras bagi kita untuk lebih memperhatikan keberlanjutan ekosistem lingkungan.

“Pemerintah harus mengkaji kembali mengenai isu terkait ekspansi PT MSM/TTN ke Kelurahan Pinasungkulan, baik sektor lingkungan ,sosial, ekonomi dan budaya yang hidup di masyarakat agar rasa keadilan yang merupakan cita-cita dari Hukum kita bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat, khususnya di Kelurahan Pinasungkulan”. Tambahnya.

Adapun informasi dari salah satu sumber internal PT MSM/TTN, yang membenarkan kabar relokasi dan ekspansi wilayah pertambangan emas PT MSM/TTN dimana pihak perusahaan bersama dengan pemerintah, saat ini sedang melakukan kajian sebagai upaya dalam memuluskan akan rencana relokasi Kelurahan Pinasungkulan atas ekspansi wilayah pertambangan emas PT MSM/TTN.

Dirinya menyampaikan bahwa rencana relokasi bakal dilakukan, jika tidak ada halangan realisasinya akan dilakukan tahun ini, walaupun harga ganti rugi lahan ynag ditawarkan oleh PT MSM/TTN masih mendapatkan penolakan dari sejumlah warga.

“Memang sudah ada perintah untuk segera merelokasi warga Kelurahan Pinasungkulan, makanya segala persyaratan untuk kepentingan relokasi sementara dikebut”. Katanya.

Bahkan kata dia, untuk rencana relokasi itu sudah mendapat “lampu hijau” dari pemerintah pusat dengan tujuan kandungan emas yang ada di wilayah Kelurahan Pinasungkulan bisa segera diekplorasi.

“Tinggal menunggu waktu saja, karena semua sudah memberikan persetujuan demi kepentingan produksi”. Jelasnya.

Diketahui Kelurahan Pinasungkulan, Kecamatan Ranowulu yang akan direlokasi oleh PT MSM/TTN ini mempunyai luas 2.557 Ha (data Badan Pusat Statistik Bitung tahun 2018) dengan penduduk 214 Kepala Keluarga dari total 764 jiwa yang terbagi dari 395 laki-laki dan 369 perempuan dengan fasilitas berupa Rumah Ibadah, sekolah TK Satap, SDN Pinasungkulan, SMP Satap, Pustu, Polindes, Rumah Dinas Guru, Resting Area, Paud Sion Tinerungan dan Kantor Lurah ini nantinya akan beralih fungsi menjadi wilayah tambang emas. (Wesly)