Sangihe – Wajah mendung di atas langit tanah Tampungang Lawo, saat itu di pagi Kamis (18/08/2022) pukul 8.30 (wita).
Butiran – butiran air hujan gerimis membasahi bumi, tak menyurutkan niat bagi ribuan anak daerah beranjak dan memadati pusat kota Tahuna saat itu.
Kehadiran mereka jelas untuk menyatakan dan mengatakan inilah budaya tanah leluhur kami tanah adat Sangihe yaitu,Masamper sebagai kekayaan budaya yang harus di akui secara nasional.
Dari pantauan awak media ini saat itu, di seluruh sudut kota tahuna tepat di pelabuhan tua di banjiri ribuan orang mengenakan baju berwarna merah.
- Bupati FDW Apresiasi Jajaran Polres Minsel Dalam Lakukan Pembinaan Melalui Program Polisi Cilik dan Patroli Keamanan Sekolah
- RSUD Kolonodale Jalani Kredensial BPJS, Layanan CT Scan Segera Hadir di Morut
- PLN Goes To You: Semarakkan Hari Pelanggan Nasional 2026, PLN UP3 Gorontalo Hadir Menyapa Pelanggan
Mereka menebarkan semangat yang membara dalam lantunan lagu- lagu masamper yang dinyanyikan bersama di pandu dari atas bansal kehormatan berjudul DALUASE KU SENG NAHUMPALIU, yang berarti pujian syukur yang tak terhingga , lagu ini di pandu langsung oleh Pj. Bupati Sangihe dr Rini tamuntuan.
Gemuruh suara lantunan lagu dan musik berpadu indah serta gerakan tubuh meluapkan kegembiraan merona di wajah seluruh anak daerah Tampungan Lawo.
Di hari itulah tercatat dalam “Tinta Emas” catatan rekor muri bahwa sangihe memiliki kekayaan budaya Masamper yang sudah di akui secara nasional.
Selain itu juga atas dasar pertimbangan yang matang dan di tuangkan dalam peraturan daerah, bahwa setiap tanggal 18 Agustus di peringati sebagai hari Masamper.
Sebuah ucapan rasa syukur yang tak terhingga dari seluruh anak daerah baik yang mendiami tanah Sangihe maupun Diaspora menyampaikan, sungguh luar biasa torehan prestasi budaya bersejarah dari Sang Penjabat Bupati Sangihe dan jajarannya atas di akuinya Masamper sebagai budaya suku Sangihe secara nasional.
Tidak ada kata lain selain kata Terima kasih ibu atas prestasi gemilang Mu bagi tanah pusaka kami SANGIHE, Mang Su Naung Sangihe bermasmur Ku, itulah kutipan pernyataan ribuan anak daerah di medsos.
Seusai Kegiatan pencatatan rekor muri yang di temui awak media ini pejabat bupati Sangihe ibu dr Rini Tumuntuan menyampaikan bahwa,”Ini adalah kado terindah buat masyarakatku Sangihe di manapun berada, dan terimalah persembahan kado ulang tahun Kemerdekaan RI ke 77 tahun dari saya atas nama Pemerintah Kabupaten Sangihe,” Urai Penjabat Bupati.
“Selanjutnya mari kita semua bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas terlaksananya hajatan ini dan mari bersama lestarikan budaya Masamper sebagai jati diri tau Sangihe,” Tutup Pj. Rini Tamuntuan , di dampingi Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara dr Andi Silangen yang juga adalah suami tercinta ibu Pj. Bupati Sangihe di Pondopo. (heri)







