Maurits Mantiri Kagum Dengan Gaya Belajar SMK di Kabupaten Kudus

oleh -306 Dilihat

Bitung, Redaksisulut – Wali Kota Bitung, Ir. Maurits Mantiri, MM bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bitung datang berkunjung ke Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah.

Pada kunjungan, Wali Kota Bitung yang juga di dampingi Asisten 1 Julius Ondang, Kadis Pendidikan, Eugiene Mantiri, Kabag Kerjasama, Rio Karamoy, Kabag Hukum, Budi Hendiarso serta Kabag Umum, Theo Rorong, Ketua TP3 Sepakat dan David Sompie Presiden Director PT. MSM TTN, Yustinus Setiawan Sustainability and External Affair Group Head, datang menyambangi 2 SMk yang ada di Kabupaten Kudus.

Untuk Sekolah pertama yang di tuju adalah SMK NU Maarif Kudus dan di terima langsung oleh Drs. H. Ahmad Nadlib, Kepala SSMK beserta jajaran pada hari rabu, 20 Juli 2022 dimana Sekolah ini memiliki 1900san siswa dan memiliki 7 jurusan yakni :
– Teknik Komputer dan Jaringan
– Teknik Otomatisasi Industri
– Teknik Instalasi Tenaga Listrik
– Teknik Permesinan
– Teknik Pengelasan
– Teknik Kendaraan Ringan
– Teknik Bisnis Sepeda Motor

SMK NU Maarif Kudus sendiri sudah bekerja sama dengan beberapa perusahaan besar termasuk Daihatsu dan dalam hal ini peningkatan kualitas dan kinerja SMK untuk menjadi pusat keunggulan sesuai dengan kebutuhan industri dunia usaha kerja (IDUKA), dengan rancangan kurikulum yang dikembangkan bersama IDUKA yang dapat mengkolaborasi PBET  ( production based education and training ) berbentuk Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) atau Pembelajaran Berbasis Industri (melalui Praktek Kerja Industri), dan/atau meliputi:

-Peningkatan persentase guru yang bersertifikasi yang diakui IDUKA.
-Praktek kerja lapangan yang dikembangkan bersama IDUKA.
-Sarana prasarana yang sesuai kebutuhan IDUKA sektor Ekonomi Kreatif;
-Persentase lulusan yang terserap IDUKA 1 tahun setelah lulus minimal 60%.

Sehingga SMK mempunyai rencana pengembangan dan keberlanjutan Pusat Keunggulan (Center of Excellence), termasuk pengembangan pelatih Pusat Keunggulan (Center of Excellence) Kurikulum akan dirancang dan dikembangkan bersama industri sehingga terjadi keselarasan kurikulum antara sekolah dan Industri.

Pada Sarana prasarana di standarkan sesuai kebutuhan industri, terlaksananya magang guru bersertifikasi, adanya program PKL dikembangkan dengan IDUKA sesuai dengan LINK AND MACH hingga mutu lulusan relevan dengan kebutuhan Industri sehingga prosentase lulusan terserap minimal 60%. Program pengembangan pelatih Pusat Keunggulan untuk sekolah sekitar.

“Dengan Menyusun rencana pengembangan dan keberlanjutan pusat Keunggulan dan Prestasi yang pernah di dapat dalam lomba sekolah berbasis industri merebut juara 1 yang di selengarakan oleh Pintar Bersama Daihatsu serta Para siswa juga berkesempatan untuk magang di perusahaan yang ada di jepang”. Kata Kepsek SMK NU Maarif Kudus.

Sementara itu untuk kunjungan kedua di SMk Raden Umar Said (RUS) Kudus Wali Kota bersama Jajaran diterima Kepsek, H. Fariddudin, S.Sn.

Untuk SMK RUS itu sendiri memiliki 1165 siswa serta memiliki 5 jurusan yakni:
– jurusan animasi
– jurusan desain komunikasi visual
–  jurusan pengembangan perangkat lunak dan game
– jurusan desain grafika serta
– jurusan teknik grafika

SMK digital ini mempunyai fokus pada kemauan anak murid, dimana murid di beri ruang untuk berkreatif sesuai dengan gayanya sendiri.

Farid juga menjelaskan bahwa sudah banyak proyek yang di kerjakan oleh para murid-muridnya, proyek terakhir adala SABDA ALAM.

“Untuk proyek terakhir Film pendek yang berdurasi  sekitar 4 menit ini menceritakan tentang kehidupan burung yang ada di alam liar di tangkap dan di perdagangkan oleh manusia dan film animasi ini mendapat pujian dari menteri pariwisata dan ekonomi kreatif, menteri keuangan, serta para artis dan pelaku seni lainnya”. Katanya.

Dalam kesempatan, rombongan juga di ajak berkeliling melihat seluruh ruang belajar para siswa yang memang di beri kesempatan untuk berkreasi. Dan sini tidak seperti sekolah – sekolah yang lain bahwa siswa harus duduk di kursi dan menghadap papan tulis, di sini ruang belajarnya sama seperti d cafe-cafe, jadi para siswa bisa rileks, ada juga yang sementara mendesain sambil melantai, rebahan sesuai gaya masing masing.

Sementara itu  Maurits Mantiri sendiri sangat kagum dengan cara belajar yang di terapkan oleh 2 SMK yang ada di Kabupaten Kudus ini. Kamis, (21/7/2022).

“Ini adalah salah satu bentuk penghargaan kepada murid-murid mereka agar supaya bisa berkreatif tanpa ada tekanan dari para pengajar, tapi tetap harus terus di kontrol, untuk SMK NU Maarif Amin sendiri mereka bisa langsung mencetak para calon pekerja yang siap bersaiing di bidangnya masing masing, ini memang harus di mulai dari mindset agar tercipta SDM yang unggul”. Ucap Mantiri. (*/Wesly)

No More Posts Available.

No more pages to load.