oleh

Lapas Kelas IIB Tahuna dan Kementerian Agama Sangihe Tandatangani PKS

Tahuna-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tahuna  melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Selasa (15/8/23).

Perjanjian Kerja Sama (PKS) tersebut terkait Pembinaan dan Bimbingan serta Konseling Keagamaan Bagi Petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan di Lapas Kelas IIB Tahuna,yang di  tuangkan dalam PKS Nomor: W.25.PAS.PAS.5-1091.HH.04.04 Tahun 2023 dan Nomor: B.1999/KK.23.03.1/BA.00/08/2023.

Penandatanganan perjanjian ini dilakukan oleh Kepala Lapas Kelas IIB Tahuna, Suharno SH MH dan Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten kepulauan  Sangihe, H. Irwan Musa, yang diwakili oleh Kasi Bimas Islam Kemenag Sangihe, Kusnadi.

Kepala Lapas mengungkapkan bahwa kerjasama yang dibangun ini merupakan koordinasi dan komunikasi yang baik. “Diharapkan dari kerja sama ini bisa meningkatkan koordinasi, komunikasi dan informasi serta pengembangan sumber daya manusia, termasuk informasi yang dibutuhkan oleh kami terkait organisasi keagamaan masyarakat yang akan memberikan pembinaan keagamaan keapda Petugas dan WBP agar tidak terkontaminasi oleh paham-paham radikalisme dan kegiatan keagamaan yang ilegal,” tutur Kalapas.

Kepala Kantor Kemenag Sangihe yang diwakili oleh Kasi Bimas Islam Kemenag Sangihe, Kusnadi mengatakan, setelah ditandatanganinya kerja sama ini, penyuluhan dan pembinaan terhadap warga binaan Lapas Tahuna bisa semakin intens dan terkoordinir. “Dengan secara tersturktur, sistematis, kemudian diatur jadwal supaya penyuluhan dan pembinaan terhadap warga binaan menjadi semakin baik,” Ungkap Kusnadi.

Menurut Kusnadi, hadirnya Kementerian Agama, itu bisa dirasakan diseluruh lapisan masyarakat yang ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe ini, tidak terkecuali juga kepada saudara-Saudara warga binaan Lapas Kelas IIB Tahuna.

Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Sangihe maupun Lapas Kelas IIB Tahuna, sama-sama berharap dari kerja sama ini bisa membuahkan hasil yang baik, agar bisa terbentuk kepribadian dari warga binaan menjadi semakin taat, hidup rukun, menjaga kedamaian dan terbangun hubungan yang baik dengan Tuhan dan sesama manusia. (Yoss)