Lakalantas Tunggal, Diduga Mabuk Miras Saat Berkendara Pria Asal Sitaro Menemui Ajal

Sitaro – Nasib naas menimpa seorang pria bernama Edwar Mamangge (29) asal desa Kanang Lingkungan IV Kecamatan Siau Timur kabupaten Sitaro. Sebab saat berkendara dalam keadaan mabuk miras berniat hendak membeli nasi kuning malah nasibnya berujung maut.

Kejadian lakalantas tunggal ini terjadi sekira pukul 23,05,pada hari Kamis (8/9), dirinya terjatuh dan kepalanya membentur aspal.

Kapolsek Siau Timur AKP Tomi Oroh saat di konfirmasi membenarkan peristiwa ini.

“Iya benar,kejadian ini terjadi pada pukul 23,03, saya diberitahu dari tim piket, mereka menerima laporan dari masyarakat tentang kecelakaan lakalantas tunggal yang TKPnya jalan raya jembatan Malele kelurahan Tarorane dan pengendara nya sudaj dalam keadaan mabuk miras,diduga kehilangan keseimbagan dan terjatuh kepalanya membentur aspal bahu jalan,” Terang Kapolsek Oroh.

Sepeda motor yang di kendarai korban jenis type Honda kharisma dengan no plat DB 5885 AL warna hitam mengalami kerusakan.

Kronologis kejadian, dalam kecepatan berkendara saat hendak melaju ke arah jembatan.”Sepeda motor yang di kendarai melayang setinggi 1 meter dan korban terlihat hilang kendali dan menabrak beton di samping jembatan hingga menyebabkan korban jatuh beriringan kendaraan dan kepalanya membentur aspal bahu jalan , dan di perkirahkan akibat kepala terbentur pria ini langsung meregang nyawa di lokasi tersebut,” Ucap saksi mata saat bertutur pada media ini (red).

Hal ini juga di benarkan sala satu petugas jaga dr Miske Liem selaku dr jaga saat malam kejadian dari puskemas Ulu yang berjarak tidak jauh dari lokasi kejadian.

“Benar korban di bawah sudah dalam keadaan yang sudah tidak bernyawa diduga akibat benturan keras di bagian kepala waktu kecelakaan pada malam itu,” Ungkap dr Lien.

Peristiwa kecelakaan ini membuat warga setempat berhamburan mendatangi lokasi kejadian, tak lama berselang, pihak kepolisian dari regu piket Polsek Siau Timur juga sampai di lokasi dan melakukan olah TKP dan langsung mengevakuasi korban untuk di bawah ke puskemas terdekat. (heri)

Loading