Bitung, Redaksisulut – Lagi permasalahan air di Kelurahan Sagerat Weru satu dikeluhkan warga karena tidak adanya pertanggungjawaban dari pihak perusahaan kepada masyarakat untuk adanya pengembalian pengadaan air di perum mutiara sagerat, Kecamatan Matuari.
Baca juga : https://redaksisulut.com/warga-sagerat-pertanyakan-tanggung-jawab-berkurangnya-debit-air-ini-kata-camat-dan-lurah/
Dalam kejadian ini beberapa masyarakat mengatakan bahwa sudah mengikuti persyaratan yang diminta pihak perusahaan.
“Kami sudah mengikuti semua persyaratan yang diminta perusahaan dan sudah di serahkan ke Lurah, tapi sampai saat ini Pak Daniel selaku penanggung jawab pekerjaan jalan Tol, tidak dapat dihubungi”. Kata warga yang namanya tidak ingin di publikasikan.
- Wali Kota Caroll Senduk Pimpin Apel Gelar Pasukan, Pastikan Kesiapan Pengamanan TIFF 2026
- Wali Kota Caroll Senduk dan Wakil Wali Kota Sendy Rumajar Audiensi dengan Kajati Sulut, Perkuat Dukungan untuk Sukseskan TIFF 2026
- Jelang HUT RI ke-81: Bentangkan Kabel Laut 1,95 KMS, PLN Nyalakan Listrik Perdana di Pulau Dudepo dan Tuntaskan 100 Persen Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo
Lurah Sagerat Weru Satu Maria Meti saat di Konfirmasi via whatsApp hanya membaca dan tidak menanggapi dari kamis 28 november 2019 sampai saat ini.
Sementara itu Camat Matuari Steven Prok saat di konfirmasi Jumat, (29/11/2019) mengatakan bahwa yang diketahui sudah terealisasi.
“Untuk progres terakhir yang kami ketahui warga Sagerat Weru Satu yang mengeluh soal air sudah direspon oleh pihak pelaksana Tol yaitu yang lain menerima uangĀ dan akan mengusahakan memperbaiki sendiri sumur maupun sumur bornya dan untuk saat ini yang belum terakomodir nanti akan kami cek lagi ke lapangan”. Katanya.
Dari kejadian ini masyarakat berharap agar pengeluhan ini bisa direalisasi, tanpa membeda-bedakan. (Wesly)






