MANADO – Pasangan calon Wakil Walikota Manado Syarifudin Saafa, nomor urut 2, tampil memukau di acara debat publik yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum Kota Manado, bertempat di Hotel Swissbell Manado. Selasa (10/11/2020).
Diawal debat, Calon Wakil Walikota Manado Syarifudin Saafa menegaskan dirinya dan Calon Walikota Manado Sonya Selviana Kembuan (SSK) sebagai pasangan yang merepresentasikan ke Bhinneka Tunggal Ika di Pilkada Kota Manado tahun 2020.
Dalam debat pertama yang disiarkan live oleh KPU Kota Manado melalui youtube dan facebook ini, terlihat kandidat nomor urut 2, Syarifudin Saafa tampil memukau dan berhasil mengimbangi kandidat lainnya dalam beradu argumentasi dan melemparkan pertanyaan serta jawaban secara rasional, logis dan sistematis.
Dengan mengenakan KOPIAH PUTIH, Syarifudin Saafa menyampaikan visi dan misi secara jelas dan gamblang sesuai waktu yang diberikan oleh moderator,dan dapat membagi setiap waktu berbicara dengan baik.
“Program unggulan Pasangan Calon Sonya-Syarif dengan nomor urut 2 berupa Bantuan Modal Usaha Rp 10 juta untuk setiap kepala keluarga akan sangat membantu masyarakat di masa pandemi covid-19, oleh karena itu jika pasangan Bhinneka Tunggal Ika ini terpilih pada 9 Desember 2020, akan membawa perubahan bagi Kota Manado yang moderen dan Berbudaya” Ujar Syarif dengan penuh semangat.
Tak hanya saat memaparkan visi misi, di sesi penajaman dan pertanyaan, Syarifudin Saafa terlihat sangat menguasai materi dan sangat detail, sehingga tampil dengan penuh kepercayaan diri di hadapan publik dengan kemampuan yang telah disiapkan.
Di akhir debat yang diikuti oleh Pasangan Calon Wakil Walikota Manado Richard Sualang, Hanny Pajouw, dan Harley Mangindaan. Pasangan nomor 2 dari Sonya Selvina Kembuan (SSK) memberikan data dan mengkritik kandidat lain, di antaranya menyesali tidak ditetapkannya APBD-P 2020, serta menguliti ‘prestasi merah’ GSVL-MOR salah satunya membangun pasar di Depan TPA Sumompo,serta menyinggung Kota Manado pada tahun 2019 mendapat predikat dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai salah satu Kota Terkotor se Indonesia. (JM)







