Minsel-Dugaan pemalsuan tanda tangan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diduga dilakukan oleh pemerintah desa dalam hal ini oknum Pejabat Kumtua Desa Tumpaan Baru terhadap salah satu masyarakat dengan kondisi badan Cacat Permanen dan harus memakai dua tongkat kini dilaporkan ke pihak kepolisian Resort Minsel.
Dalam surat aduan tersebut pelapor menyampaikan bahwa dia termasuk dalam daftar penerima BLT sejak tahun 2024 sampai saat ini, tetapi uang bantuan tersebut tidak pernah kunjung sampai kepada pelapor atas nama Steven Waworuntu.
Pelapor menduga pemerintah desa dalam hal ini pejabat Hukum Tua telah memalsukan tanda tangannya sejak tahun 2023 sehingga uang bantuan tersebut dicairkan tapi tidak diserahkan kepada pelapor sampai saat ini.
Diketahui bahwa Steven Waworuntu merupakan warga Desa Tumpaan baru jaga VIII yang saat ini menderita cacat permanen sehingga tidak bisa berjalan tanpa di topang dengan kedua tongkatnya.
- Desa Ciparungsari Gelar FGD Penetapan Status Indeks Desa Tahun 2026 untuk Dorong Pembangunan Berkelanjutan
- Sekwan Niklas Silangen Menghadiri Pencanangan Peringatan HUT RI Ke-81 Dan HUT Provinsi Ke-62 : Bersama Gubernur Fun Game Mini Soccer Melawan Tim Kodam XIII Merdeka
- Jelang Hari Kemerdekaan ke-81 RI, PLN UP3 Tahuna Gelar Apel dan Inspeksi Peralatan Guna Pastikan Keandalan Listrik Kepulauan Nusa Utara
Pejabat Hukum Tua Jessy Pangkey saat dikonfirmasi di ruang kerjanya tidak berada di tempat pada,Selasa (20/08/2024).
Di tempat yang sama yaitu kantor desa Tumpaan Baru Sekretaris Desa Hendra Lukar mengatakan bahwa terkait nama Steven Waworuntu sudah di ganti dengan KPM yang lain melalui Musyawarah Desa pada Bulan Juli 2024.
“Ada 5 nama yang telah diganti dalam rapat Musyawarah Desa pada bulan Juli 2024 salah satunya Steven Waworuntu” ucap sekretaris kepada wartawan media ini. (onal_m)






