Foto : Istimewa
JAKARTA – Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi mengatakan, Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal memanggil mantan Ketua Komisi II DPR RI Chairuman Harahap dalam kasus korupsi pengadaan paket penerapan Kartu Tanda Penduduk berbasis Nomor Induk Kependudukan secara nasional (KTP Elektronik).
Chairuman akan dimintai keterangan sebagai saksi melengkapi berkas penyidikan mantan Direktur Utama Perum Percetakan Negara RI (PNRI) sekaligus ketua Konsorsium PNRI Isnu Edhi Wijaya (ISE).
“Chairuman Harahap, Anggota DPR RI 2009-2014 akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ISE,” katanya pada, Selasa (27/10/2020).
Diketahui, Chairuman Harahap disebut-sebut dalam dakwaan dua mantan pejabat Ditjen Dukcapil Kemendagri Irman dan Sugiharto menerima uang korupsi e-KTP sebesar USD 520 ribu dan Rp 26 miliar. Penerimaan uang tersebut dibenarkan oleh terpidana e-KTP Setya Novanto.
- Wali Kota Caroll Senduk Pimpin Apel Gelar Pasukan, Pastikan Kesiapan Pengamanan TIFF 2026
- Wali Kota Caroll Senduk dan Wakil Wali Kota Sendy Rumajar Audiensi dengan Kajati Sulut, Perkuat Dukungan untuk Sukseskan TIFF 2026
- Jelang HUT RI ke-81: Bentangkan Kabel Laut 1,95 KMS, PLN Nyalakan Listrik Perdana di Pulau Dudepo dan Tuntaskan 100 Persen Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo
Dalam persidangan, Setnov sempat menyebut Chairuman mengaku telah menerima USD 200 ribu dari Andi Agustinus alias Andi Narogong yang juga terpidana dalam perkara ini.Namun dalam beberapa kesempatan Chairuman menyatakan tidak pernah menerima sepeserpun dari uang korupsi megaproyek senilai Rp 5,9 triliun.
Selain Chairuman, tim penyidik KPK juga bakal memeriksa Staf Peneliti Pengembangan dan Rekayasa Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi BPPT Gembong Satrio Wibowanto. Satrio akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ISE. (**/Ibnu )






