Luhut Binsar Pandjaitan
Jakarta – Netizen geram atas pelanggaran Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) yang dilakukan oleh China di wilayah Natuna sejak akhir Desember 2019 lalu. Mereka juga kecewa terhadap sejumlah langkah yang lambat dilakukan Pemerintah.
Pasalnya, Menkopolhukam Mahfud MD hanya sebatas menyatakan bahwa China telah melanggar batas laut Indonesia. Sementara Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dinilai bersikap “lembek”
Luhut sempat meminta semua pihak agar tidak meributkan pelanggaran kedaulatan oleh China, karena khawatir mengganggu investasi. Sementara Prabowo Subianto mengatakan untuk menyelesaikan kasus pelanggaran ZEE oleh China pihaknya akan mencarikan solusi yang baik, sebab bagaimanapun China negara sahabat.
Padahal, sebelumnya mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan persahabatan antar negara tentunya tidak boleh melindungi pelaku pencurian ikan dan penegakan hukum atas pelaku Ilegal Unreported Unregulated Fishing (IUUF).
- Bupati FDW Apresiasi Jajaran Polres Minsel Dalam Lakukan Pembinaan Melalui Program Polisi Cilik dan Patroli Keamanan Sekolah
- RSUD Kolonodale Jalani Kredensial BPJS, Layanan CT Scan Segera Hadir di Morut
- PLN Goes To You: Semarakkan Hari Pelanggan Nasional 2026, PLN UP3 Gorontalo Hadir Menyapa Pelanggan
Menurut Susi, IUUF adalah kejahatan kriminal dan kejahatan lintas negara. China tidak boleh melindungi para pelaku IUUF.
Sumber : ESENSINEWS.com





